Dairi (koranmedan.com) Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-7 tingkat kecamatan sidikalang yang diselenggarakan selama dua hari bertempat di kelurahan bintang hulu berlangsung dengan meriah dan telah ditutup dengan resmi oleh camat sidikalang Kamis (9/2/23)
Berbagai perlombaan yang dipertandingan juga berlangsung dengan sukses. Dan sebagai keputusan hakim dan dewan juri yang menjadi Juara I umum diperoleh oleh kafilah BKM Mesjid Asyuhada dari pondok pesantren sidiangkat kelurahan sidiangkat kecamatan sidikalang.
Kegiatan MTQ ini merupakan agenda pemerintah yang selalu dilaksanakan secara rutinitas mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.
Dalam hal ini kami berkewajiban dalam melaksanakan pembinaan kemasyarakatan
bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan kegiatan pembinaan tersebut.
Akan tetapi tugas dan tanggung jawab yang diberikan Bupati Dairi kepada kami camat sidikalang, lurah, kapala desa, kepala KUA dan kepala Kemenag tidak akan berjalan tanpa dukungan bapak ibu sekalian.
“Segala bentuk perhatian baik itu dana, pasilitas yang diberikan hasilnya tetap kurang maksimal, apa bila kita masyarkat tidak dengan kesungguhan untuk menerimanya,” kata camat sidikalang Swanto Sitakar, S.STP, M.Si.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan MTQ ke-7 tingkat kecamatan sidikalang. *Kita patut bersyukur, dimana kegiatan kita dalam dua hari ini mulai dari pembukaan sampai saat penutupan berlangsung dengan sukses dan tetap ramai,” ucapnya.
Senada dengan itu, Lurah bintang hulu Hairul bintang mengatakan, terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung kesuksesan kegiatan MTQ kecamatan sidikalang, khususnya warga kelurahan bintang hulu ini ujarnya.
“Kelurahan bintang hulu adalah daerah minoritas. Namun demikian atas kekompakan semua warga baik umat kristiani juga ikut berpartisipasi dan mendukung, sehingga pelaksanaan kegiatan MTQ yang kita laksanakan ini berlangsung dengan sukses,” Kata lurah.
Sementara mewakili forkopimda, Anggota dewan Nurlinda Angkat dari partai golongan karya menyampaikan, agar semua penyuluh dengan BKM tetap berkordinasi untuk membangkitkan pengajian di desa-desa. Anak-anak kita sebagai generasi penerus harus lancar membaca al-quran.
“Saya sering turun ke desa-desa. Sudah jarang kita lihat di mesjid-mesjid ada anak-anak belajar membaca Alquran. Kita Sangat sedih melihatnya,” ucap Nurlinda.
Harapan kami, mari kita kerja sama untuk memajukan ukhuwah islamiah dengan menghidupkan pengajian-pengajian baik itu di mesjid dan ditempat lainnya.
Kalau anak-anak kita sudah kita buat belajar membaca Alquran, tentu kita sudah siap kapan saja untuk mengikuti perlombaan. Jangan setelah ada perlombaan MTQ baru belajar membaca Alquran.
“Dan tentang penambahan anggaran MTQ, untuk tahun depan akan kita usulkan ke pemerintah daerah. Mari kita saling mendukung,” Kata Nurlinda Angkat.
Sebelumnya ketua panitia pelaksanaan MTQ, Maisuardi menyampaikan, bahwa kegiatan selama dua hari telah terlaksana dengan baik.
“Ini semua atas dukungan dan kerja sama kita bersama, khusunya warga kecamatan sidikalang,” kata ketua panitia.
Dalam kegiatan ini turut hadir Kapolsek sidikalang AKP. Sukanto, mewakili Danramil sidikalang, tokoh agama, tokoh masyarakat, lurah dan kades se-kecamatan sidikalang, tim dari kesehatan serta undangan lainnya. (mata).
