
Rapat PK pencegahan dan penurunan stunting di Sumut. (Istimewa)
LANGKAT – koranmedan.com
Pemerintah Kabupaten Langkat ikuti penilaian kinerja (PK) pencegahan dan penurunan stunting, di Hotel Santika Premiere Dyandra Kota Medan, Kamis (30/3/2023).
Penilaian kinerja kabupaten/kota Provinsi Sumut ini dalam pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2022.
Sekdakab Langkat H Amril hadir memberikan ekspos penanganan stunting dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, menyatakan di Langkat selalu serius melakukan berbagai tindakan nyata.
Sehingga dari hasilnya, lanjut Amril, terjadi penurunan angka stunting dari 31,5% pada tahun 2021 menjadi 18,6% tahun 2022.
“Dan terus kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Langkat khususnya, dan Provinsi Sumatera Utara pada umumnya,” ujar sekda langkat.
Stakeholder terlibat di penurunan stunting, sebut Amril, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas PPKB dan PPA, Dinas PMD, Dinas Dukcatpil, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Lidup, dan Bappeda.
“Masing-masing kepala perangkat daerah terus berupaya sebagai bentuk keseriusan dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Langkat,” sebutnya.
Giat ini dibuka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara, Hasmirizal Lubis. Turut di hadiri Bupati Kabupaten/Kota se- Sumatera Utara.
Hasmirizal disambutannya, menyampaikan kegiatan ini di laksanakan selama tiga (3) hari dari 28-30 maret 2023, di Santika Dyandra Hotel Medan.
Dijelaskannya, revalensi stunting di Sumut berdasarkan hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan dengan mencatat capaian sebesar 21,1 persen.
Ini merupakan penurunan signifikan jika dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar 25,8 persen, dan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar 29,2 persen serta tahun 2019 yang tercatat sebesar 30,07 persen.
“Hal ini tentu tidak lepas dari seluruh jerih payah dan kerjasama kita bersama dan tentunya menjadi pemicu bagi kita untuk bekerja lebih optimal lagi kedepan,katanya.
“Untuk itu melalui acara penilaian kinerja kabupaten/kota dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi ini, mari kita perkuat komitmen. Kita tingkatkan semangat dan kita eratkan kolaborasi sehingga akan terwujud generasi dan anak-anak bangsa yang sehat, cerdas dan berdaya saing dalam menghadapi era global serta penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 14 persen di tahun 2024 dapat kita wujudkan bersama”, ajaknya lagi.(*)
Reporter: MA Santoso
Editor: Mangampu Sormin
