Tiap Sore Habis 500 Porsi, Bubur Pedas Khas Tanjungbalai Takjil Primadona Saat Ramadhan
Hj. Darmayanti (pengolah dan penjual Bubur Pedas Khas Tanjungbalai) saat melayani pembeli.
T.BALAI: koranmedan.com
Bubur pedas merupakan makanan legendaris khas Melayu Kota Tanjungbalai yang kaya akan rempah dengan aroma harum yang semerbak juga lezat saat disantap pada waktu berbuka puasa.
Untuk mendapatkan kelezatan sempurna dari takjil yang menjadi primadona bulan ramadhan itu ternyata harus menggunakan sedikitnya empat puluh empat macam bumbu yang terdiri dari berbagai rempah dan umbi-umbian.
Hj. Darmayanti (64) salah seorang pembuat bubur pedas legendaris khas Kota Tanjungbalai mengatakan, untuk mendapatkan cita rasa sempurna dirinya harus meramu empat puluh empat jenis rempah menjadi bahan olahan.
“Ya, bubur pedas adalah makanan melayu khas Kota Tanjungbalai yang berisikan empat puluh empat macam lebih rempah didalamnya dimulai dari umbi-umbian, sayur, kerang, kepah, ikan dan beragam rempah lainnya,” kata Hj. Darmayanti, Kamis (30/3/2023).
Hj. Darmayanti melanjutkan, dirinya sudah mengolah dan menjual bubur pedas khas kota kerang tersebut sejak tahun 1985 dan khusus hanya pada saat bulan puasa Ramadhan.
“Alhamdulillah, bubur pedas ini sudah kami rintis sejak 30 tahun lebih. Karena memiliki cita rasa berbeda dari bubur pedas umumnya yang ada di Sumatera Utara. Bubur pedas khas Tanjungbalai ini selalu jadi primadona saat bulan puasa,” lanjut Hj. Darmayanti.
Berlokasi di emperan Jalan Listrik / S. Parman (pusat kuliner saat Ramadhan), Hj. Darmayanti mampu menjual sedikitnya lima ratus porsi bubur pedas kepada para pelanggan dengan harga sepuluh ribu rupiah untuk setiap porsinya.
“Hampir lima ratus porsi lebih setiap harinya laku terjual kepada pemburu takjil baik dari masyarakat Tanjungbalai sendiri bahkan masyarakat luar daerah juga datang seperti dari Kabupaten Asahan sekitarnya,” tutup Hj. Darmayanti.
Sementara, Santi (38) salah seorang pembeli saat ditemui koranmedan.com mengatakan, bubur pedas khas Tanjungbalai merupakan santapan yang tidak mungkin dilewatkan oleh dirinya dan keluarga saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.
“Ini merupakan makanan favorit keluarga kami selama bulan puasa, dan rasanya sangat enak. Sejak kecil saya sudah membeli bubur pedas khas melayu Tanjungbalai buatan ibu Hj. Darmayanti ini, kurang lengkaplah kalau berbuka tanpa bubur pedas khas Tanjungbalai,” ungkap Santi.*** (Nazmi Hidayat S)
