UINSU Harus Dipimpin Orang Dalam
Gedung kampus baru UINSU di Tuntungan. (Foto: dok)
MEDAN: koranmedan.com
Secara umum persoalan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dinilai hanya bisa diselesaikan oleh internal UINSU
Karena yang paling paham tentang UIN SU tentunya adalah keluarga UINSU sendiri.
“Bagaimana mungkin masalah dalam sebuah keluarga diselesaikan oleh orang lain, itu absurd,” ujar pemerhati pendidikan Effendi, SH di Medan, Sabtu (18/3/2023).
Oleh karena itu, menurut Effendi yang juga praktisi hukum itu, wacana pihak-pihak yang mencoba mengatur skenario agar Rektor UINSU kedepan dipimpin oleh orang dari luar UINSU adalah langkah buruk bagi citra UINSU di mata masyarakat.
“Skenario ini juga berbahaya terhadap kondusifitas internal UINSU sendiri. Karena dinamika dalam kampus UINSU sangat tinggi, jadi ini dipastikan akan membuat UINSU kedepannya akan semakin runyam,” tegas Effendi, SH.
Menambah Runyam
Sementara sejumlah alumni UINSU melihat, kehadiran orang luar di UINSU hanya akan menambah runyam persoalan, karena dipastikan dia tidak akan mendapatkan legalitas kepemimpinan dari keluarga besar UIN SU.
“Jika kepemimpinan kemarin berakhir di tengah jalan, maka jika orang luar UINSU yang dipaksakan menjadi pemimpin di UINSU bisa saja lebih tragis,” ungkap Hamdani salah seorang alumni.
Harapan Hamdani kepada pihak-pihak yang mencoba memaksakan skema hadirnya calon pemimpin (Rektor) dari luar UINSU untuk berpikir ulang dan mengkaji lebih bijak lagi sebelum semuanya menjadi lebih buruk.
“UINSU mempunyai tokoh-tokoh yang berintegritas, UINSU juga tidak kekurangan sosok yang berkompeten untuk memimpin kampusnya sendiri,” sebut Hamdani.
Diantara calon-calon Rektor yang muncul, imbuh Hamdani, sangat terang terlihat beberapa sosok yang selama ini sangat bersih, berintegritas, dan punya visi misi yang jauh lebih baik dari calon-calon dari luar UINSU.
“Bahkan beberapa dari mereka tercatat sebagai alumni luar negeri, seperti dari McGill Canada, Fulbright USA, dan lainnya yang tentunya tidak diragukan lagi kualitasnya. Jadi, tidak ada alasan yang rasional menyerahkan UINSU kepada orang lain dari luar UINSU,” tegas Hamdani.*** (War)
