USU, Kemenparekraf dan Pemprovsu Kolaborasi Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk Menuju Ekowisata Sumut Bermartabat “Zero Waste”
Staf Ahli Kemenparekraf Bidang Inovasi dan Kreativitas Restog Krisna Kusuma, SH, M.Si, Ak saat menyampaikan sambutan pengantar.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sumut
Zumri Sulthony, S.Sos, M.Si (kanan) dan narasumber Dra. Dara Aisyah, M.Si, PhD dan Dr Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si saat zoom meeting.
MEDAN: koranmedan.com
Tim Peneliti Rekayasa Sosial Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (27/3/2023) menggelar Zoom Meeting dengan para Stakeholder terkait Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk dalam Membangun Ekowisata di Sumut menuju Industri Ekowisata Bermartabat “Zero Waste”. Zoom Meeting juga dilakukan secara Luring dari Ruang Rapat lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Hadir sekaligus memberikan kata sambutan Menparekraf RI diwakili Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Restog Krisna Kusuma, SH, M.Si, Ak, Gubernur Sumatera Utara diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provsu Zumri Sulthony, S.Sos, M.Si. Selain itu hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu Ir. Yuliani Siregar, MAP.
Baik Staf Ahli Menparekraf RI maupun Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sumut serta Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu sama berharap agar produk inovasi tata kelola limbah dapat disebarluaskan guna memajukan ekonomi masyarakat di lokasi Destinasi Wisata.
Selain itu Kemenparekraf maupun Pemprovsu akan merekomendasikan inovasi produk dari tata kelola limbah ini untuk diimplementasikan guna mendorong perekonomian sekaligus meningkatkan sisi konsumsi kesehatan masyarakat.
Apresiasi positif juga disampaikan Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU Dra. Februarti Trimurti M.Si, PhD.
Tampil sebagai narasumber Dosen Ilmu Administrasi Publik FISIP USU Dra. Dara Aisyah, M.Si, PhD, Dosen Ilmu Fisika yang juga Kepala Laboratorium Fisika Nuklir FMIPA USU Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, serta mitra narasumber yakni Inovasi Bakery berbasis kalsium yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian USU Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si.
Dipandu Moderator dan Host dari Staf Kemenparekraf RI Farras Ramdhanoor dan Nelly Suciati, sejumlah deretan mitra hadir memberi testimoni antara lain Lisdayani dengan produk inovasi Bakso Berkalsium dari Adiba Frozen Food, Ir. Yessi Tanjung dengan produk Minyak Goreng Berkalsium, mantan Kades Medang Kabupaten Batubara Rizal dengan inovasi Kampung Pelangi, Afrida produk Jus Daun Kelor Berkalsium, Ully Radhani dengan produk Kebab Crispy berkalsium, dan lainnya.
Berbagai Inovasi Produk
Di kesempatan Zoom Meeting, Dara Aisyah menjelaskan perlunya pemetaan potensi sampah di lokasi destinasi wisata, serta penginapan, restoran dan berbagai zonasi yang ada sampah, kemudian di tata kelola limbahnya untuk menghasilkan kalsium dan karbon menuju zero waste di sektor pariwisata Provinsi Sumatera Utara.
Adapun inovasi produk berupa bakso berkalsium dari kulit telur yang telah dikarakterisasi untuk mitra UMKM Adiba Froozen Food binaan Tim Peneliti USU memberikan testimoni dimana aneka produk bakso dengan menggunakan kalsium lebih lembut dan kenyal, tanpa menggunakan lagi putih telur, sehingga menghemat biaya produksi.
Selain itu mitra selama ini belum pernah berkolaborasi dengan para peneliti untuk inovasi produk berbasis kalsium. Tim Peneliti Rekayasa Sosial USU kemudian melakukan transfer knowledge dalam mengaplikasikan kalsium ke dalam berbagai produk varian bakso untuk meningkatkan mutu dan ketahanan bakso.
“Peranan Tim Peneliti Rekayasa Sosial USU kepada mitra UMKM Adiba Frozen Food dan UMKM lainnya melalui transfer knowledge kuliner sehat mampu memberi peningkatan mutu produk terutama dalam mendorong mitra menghasilkan peningkatan produksi karena berbagai produk inovasi bermanfaat untuk kesehatan konsumen,” urai Dara Aisyah.
Sementara narasumber Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si menyebutkan, tujuan program Tim Peneliti Rekayasa Sosial USU ini adalah untuk melakukan pendampingan penggunaan kalsium sebagai solusi perbaikan komposisi produk sekaligus sebagai bahan pengawet untuk produk kuliner sektor pariwisata yang alami dan sehat.
“Target khusus dalam penelitian terutama untuk meningkatkan kualitas produk mitra dari segi penambahan kandungan energi, ketahanan maupun untuk penambahan kalori,” terang Sontang seraya menjelaskan metode kegiatan dilakukan dengan melakukan survey awal, kunjungan ke lokasi mitra, penggalian permasalahan dari mitra, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kalsium sebagai pengganti bahan pengawet. Pelatihan penggunaan kalsium sebagai bahan untuk peningkatan mutu dan ketahanan produk bakso. Kegiatan ini juga terintegrasi dengan beberapa mahasiswa yang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) USU, serta mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Inovasi Sektor Publik dan E-Governance bertujuan untuk memahami situasi problematika masalah sampah di destinasi wisata, sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi pemikiran dan melakukan tindakan inovasi untuk transformasi yang dilakukan.*** (War)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu Ir. Yuliani Siregar, MAP (foto tengah) saat berdialog dengan mitra binaan Umi Kreatif yang memproduksi Jus Daun Kelor Berkalsium.
