Maknai Hari Kesehatan Nasional,
PKK Sumut Gelar Seminar Pencegahan Diabetes
Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sumatera Utara (Sumut) yang juga Ketua TP PKK Sumut Hj. Nawal Lubis menyampaikan sambutan saat menghadiri dan membuka acara seminar Beat Warrior Diabetes dalam rangka Hari Kesehatan Dunia 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman 41, Medan, Rabu (5/4)/2023).
MEDAN: koranmedan.com
Bekerjasama dengan Sub Region Sumut Nutrifood Indonesia, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara (Sumut) menggelar seminar tentang pencegahan penyakit diabetes. Kegiatan digelar dalam rangka memaknai Hari Kesehatan Nasional.
Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis yang membuka langsung seminar pencegahan penyakit diabetes tersebut mengatakan, Diabetes adalah penyakit yang dapat menyerang semua golongan usia, termasuk anak muda. “Hal ini disebabkan kurangnya menjaga pola hidup sehat,” kata Hj. Nawal Lubis, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Rabu (5/4/2023).
Karena itu, kata Nawal, TP PKK Sumut terus berupaya mengedukasi masyarakat dengan program kerja PKK. Dengan harapan, semakin banyak masyarakat yang menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“PKK di Pokja IV dan dukungan Pokja lainnya, terus mengedukasi masyarakat melalui program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Program Lingkungan Bersih dan Sehat, serta pelaksanaan Posyandu terbaik,” ungkapnya.
Nawal berharap, momentum Peringatan Hari Kesehatan Dunia pada 7 April menjadi pemicu kesadaran masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan asupan gizi yang baik sesuai kebutuhan.
“Kesehatan tidak mahal, bukan karena adanya BPJS, tetapi keseriusan penerapan pola hidup sehat hal yang paling utama,” jelasnya.
Nawal juga berharap seminar memberi manfaat bagi masyarakat untuk lebih mengenal ciri dan pola pencegahan, serta pengobatan jika mengalami penyakit diabetes.
Sementara Regional Head Sumatera Nutrifood Indonesia Alif Patria mengatakan, seminar dilaksanakan sebagai bentuk komitmen untuk bisa memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Karena menjaga pola hidup yang sehat dan juga kebiasaan yang sehat menjadi modal awal untuk bisa hidup lebih baik.
“Hanya menjaga gula, garam dan lemak, kita bisa hidup lebih panjang dari mereka yang tidak bisa menjaga kesehatan,” jelasnya.
Menurut Alif, langkah yang dilakukan pihaknya selaras dengan pelaksanaan program pemerintah daerah, khususnya bidang kesehatan untuk mencegah meningkatnya angka kesakitan masyarakat salah satunya penyakit diabetes.
“Kami berkomitmen untuk bisa tidak hanya berbisnis , tetapi juga ingin memberikan value lain yakni bekerjasama dan berkontribusi dengan stakeholder untuk bersama mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat,” katanya.
Sementara Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Columbia Medan Mardianto, sebagai narasumber mengatakan, selain pola makan, faktor seperti usia, berat badan, genetik, dan gaya hidup juga turut berperan dalam berkembangnya penyakit ini.
Diperkirakan tahun 2045 ada 28,5 juta orang Indonesia mengalami diabetes. Karenanya penerapan pola hidup sehat dengan rajin berolah raga menjadi langkah utama pencegahan diabetes.*** (Ril/Zul Marbun)
