
BRI Andam Dewi Terus Sosialisasi Digital Saving ke UMKM
Penulis: Aldi Aulia
MEDAN: koranmedan.com
Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah terus menyosialisasikan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) membuka rekening BRI untuk kemajuan usahanya.
Salah satu langkahnya adalah membuka rekening tanpa harus datang ke kantor alias dapat mendaftar via daring (online) cukup menggunakan smartphone.
Kepala BRI unit Andam Dewi, Charles Manurung mengatakan, mendaftar untuk membuka rekening baru secara daring ini merupakan program yang sudah diterapkan BRI sejak beberapa tahun terakhir yang disebut BRI Digital Saving.
“BRI Digital Saving ini kita sebut membuka rekening zaman now. Gak perlu lagi datang ke kantor BRI cukup pakai Hp android atau sejenis lainnya,” kata Charles saat dihubungi via seluler, Jumat (26/5/2023).
Lanjut Charles, para calon nasabah cukup masuk ke website bukarekening.bri.co.id atau scan QR Code di web https://bri.co.id/, lalu sediakan kartu indentitas diri untuk mengisi pendaftarannya. Namun tak lupa si calon nasabah harus ada akun email aktif.
“Lalu diisi dengan benar sesuai instruksi, kurang lebih 10 menit sudah jadi nomor rekeningnya. Namun sebelum nomor rekening aktif harus melakukan setoran awal dulu. Setoran itu bisa dilakukan via ATM ataupun simpelnya bisa juga melalui agen BRILink,” terangnya.
Setelah berhasil melakukan setoran awal, sambung Charles, nasabah tinggal unduh aplikasi BRImo melalui smartphone. Ikuti instruksi untuk membuat akun di BRImo dan setelah selesai aplikasi tersebut siap digunakan.
Akan tetapi, kata Charles, yang menjadi tantangan bagi pihaknya adalah belum semua pelaku UMKM, khususnya pedagang kecil di Andam Dewi, karena umumnya mereka belum begitu melek teknologi digital.
“Memang itu menjadi tantangan bagi kami. Tapi bagi pedagang-pedagang ini sudah paham, mereka langsung minta dibuatkan QRIS. Animonya cukup tinggi,” ucapnya.
“Khusus di Andam Dewi ini, belum ada mitra BRI kami itu pelaku UMKM yang spesifik seperti usaha kue, usaha kerajinan dan sebagainya. Rata-rata semua pelaku UMKM di sini masih warung atau toko kelontong yang juga merangkap jadi agen BRILink,” pungkasnya.***
