Dari Webinar ANN: Relasi Agama dan Negara

YOGYAKARTA: koranmedan.com
Rabu 10 Mei 2023 lalu Akademia Notonegoro (ANN) kembali mengadakan Webinar ke 45. Kali ini mengusung tema “Relasi Agama dan Negara” dengan mengadirkan narasumber dari STAI Sadra Jakarta Magister Filsafat yakni Muhammad Imadudin Nasution, M.Ag dan penanggap dari dosen UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Amin Tohari, M.Si serta dimoderatori Suharsono, M.Pd lulusan Magister Pendidikan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Webinar berlangsung mulai pukul 19.30 sampai 21.30 WIB berjalan dengan seru dan menarik karena peserta yang antusias bertanya.
Pemateri memaparkan, wilayah agama dan negara di Indonesia itu hanya ada satu yaitu hubungan ekuivalence (sejajar) dan juga mempunyai relasi simbiotik (saling menguntungkan satu sama lain). Akan tetapi di negara-negera Eropa itu lebih bersifat sekulerisme karena di sana agama bisa saja dilarang bisa saja tidak, dan kebebasan agama tidak dijamin oleh negera-negara sekuler. Karena di sana ada paradigma separatisme yaitu pemisahan agama dengan negara.
Di negara-negara sekular tidak ada agama resmi. Artinya bisa jadi semua agama justru dilarang secara total atau dikendalikan untuk tidak memperlihatkan diri.
Lahirnya paradigma simbiotik di negara Indonesia tidak terlepas dari adanya dialektika dan ada kaitannya dengan Piagam Jakarta, Dekrit Presiden tahun 1959 dan Pancasila. Selain relasi simbiotik di Indonesia juga ada relasi asosiasional, relasi politik dan relasi yuridis. Hal ini dikarenakan di Indonesia mengunakan sistem demokrasi Pancasila yang dianggap sebagai demokrasi yang beretika.
Kemudian Dr. Amin Tohari selaku penanggap meyebutkan dirinya menemukan perbedaan makna antara Pardigma dan worldview relasi agama dan negara. Beliau mengutip Prof. Naqib Al-Athos yang mengatakan, paradigma adalah wilayah yang digunakan oleh orang-orang Eropa sedangkan worldview digunakan oleh orang-orang Asia.
Menurut Dr. Amin, worldview integralistik memunculkan pendukung syiah yaitu Imamah (negara), Pondok Pesantren NII Indramayu (kelompok fundamentalis Islam) yang menekankan totalitas Islam. Sementara worldview simbiotik (simbiosis) bersifat timbal balik. Worldview sekularistik: adanya pemisahan antara agama dan negara. (Ali Abdul Raziq (1888-1966 M). Sedangkan relasi agama dan negara yang dianut oleh negara Indonesia adalah relasi simbiotik.*** (Suharsono)
