Perkenalkan Produk Inovasi Tata Kelola Limbah, Tim Peneliti USU Bertemu Kepala BKAD Batubara
Tim Peneliti USU Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si,M.Si saat bertemu dengan Kepala BKAD Kabupaten Batubara Dr. Ir. H. Hakim Hasibuan.
LIMAPULUH: koranmedan.com
Tim Peneliti Sosial Engineering (Rekayasa Sosial) Dosen Universitas Sumatera Utara USU) diketuai Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si,M.Si, Senin (15/3/2023) secara khusus bertemu dengan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Batubara, Dr. Ir. H.Hakim Hasibuan.
Pertemuan Tim Peneliti USU dengan Kepala BKAD itu dalam rangka melakukan sinergi dan kolaborasi program Tata Kelola Limbah di Kabupaten Batubara berbasis pemberdayaan masyarakat miskin, Lansia dan disabilitas atau orang kurang upaya (OKU) untuk percepatan pengentasan kemiskinan menuju Kabupaten Batubara Zero Waste, (Bebas Sampah) dan Waste to Gold (Sampah menjadi Emas).
Kedatangan Tim Peneliti Rekayasa Sosial Dosen USU disambut hangat Dr. Ir. H. Hakim Hasibuan di ruangan Kantor BKAD sekira pukul 10:00 WIB.
Dalam pertemuan itu dibahas persoalan sampah yang ada di Kabupaten Batubara guna dicarikan solusi yang tepat guna, tepat sasaran dan sustainable dalam tata kelola limbah kota, desa dan daerah pesisir Kabupaten Batubara menjadi produk karbon, kalsium dan asap uap cair yang dapat diolah ke berbagai aplikasi produk seperti karbon briket, tepung kalsium menjadi olahan makanan dan minuman yang berbasis inovasi kalsium.
Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D, Dosen Prodi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU dalam pertemuan mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan kerjasama dengan Nelayan, Pemerintahan dan Tim Riset Talenta USU atau disebut kerjasama Triple Helix dengan Masyarakat Nelayan Dusun Kuala Sipari dan Dusun Eru bersama Pemerintahan Desa Medang Kecamatan Medang Deras, yaitu Sosialisasi dan Pelatihan Tata Kelola Limbah Pesisir.
Dari hasil sosialisasi dan pelatihan tersebut, terbukti bukan hanya masyarakat normal, namun masyarakat yang Lansia (Lanjut Usia) serta penyandang disabilitas juga mampu ikut andil dalam mengolah limbah pesisir yang ada di sekitar Dusun Kuala Sipari dan Dusun Pematang Eru, yakni kulit kerang, kulit mentarang, kepah dari hasil tangkapan nelayan yang terbuang dapat dimanfaatkan menjadi tepung kalsium, ungkap Dara Aisyah.
“Hal ini, dapat menunjang program Pemerintah Kabupaten Batubara dalam percepatan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat”, terang Dara Aisyah.
Kemudian Dr. Muhammad Sontang Sihotang,S.Si, M.Si menambahkan, terkait mekanisme pelaksanaannya, ada beberapa tahapan proses atau fase yang dapat dilakukan baik secara manual maupun menggunakan mesin pencacah limbah tanpa asap dan juga mobil truck sampah yang telah dimodifikasi dimana dapat langsung mengolah limbah yang masuk ke dalam mobil truk sampah menjadi produk karbon menjadi briket.
Namun sebelumnya, sangat penting dibuatkan laboratorium desa sebagai tempat masyarakat melakukan aktivitas mengolah limbah, secara manual maupun menggunakan alat pembakaran sampah tanpa asap yang dibutuhkan dan dibagikan kepada kelompok kerja di setiap masing-masing mulai dari lingkungan, desa/ kelurahan hingga kecamatan. Selanjutnya adalah bagi masyarakat akan diberikan sejumlah limbah dan alat-alat manual sederhana, seperti, alu/ lesung, tampah, wadah menampung tepung kalsium, serta saringan.
Dengan teknik dasar-dasar pengolahan ini, jelas Dr. Sontang Sihotang diharapkan masyarakat miskin, Lansia dan disabilitas akan lebih produktif / menghasilkan secara finansial memiliki nilai tambah, namun secara medis juga disebut sebagai Treatment Occupation Therapy.
Terkait itu Kepala BKAD Dr. Ir. H. Hakim Hasibuan menyambut baik apa yang disampaikan Tim Peneliti USU.
Menurut Kepala BKAD, hal ini dapat dilakukan dan diupayakan, namun sesuai prosedur, pengajuan ini harus disetujui Bupati Batubara agar dimasukkan dalam tahapan perencanaan anggaran yang dibutuhkan dalam program tata kelola limbah.
Harapan kedepan, apa yang menjadi hasil riset dari Tim Peneliti USU akan terealisasi dan dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Batubara menuju Batubara Zero Waste dan Waste to Gold untuk percepatan pengentasan kemiskinan, ujar Dr. Ir. H. Hakim Hasibuan.*** (Zul Marbun)

