
Sadar Teknologi, Evi Coba Meraup Cuan dari BRImo
Penulis: Aldi Aulia
MEDAN: koranmedan.com
Sadar akan kemajuan teknologi membuat Delviani mencoba meraup cuan alias untung dari aplikasi BRI Mobile atau BRImo.
Bersama sang suami membuka usaha warung di Jalan Sisingamangaraja, Harjosari I, Medan Amplas sudah dijalani wanita yang akrab disapa Evi ini selama 23 tahun.
Seperti warung pada umumnya, warung bernama Kantin Kurnia ini menjual berbagai jenis jajanan, seperti roti, biskuit, minuman dan sebagainya. Guna menambah penghasilan, ibu tiga anak ini juga menyediakan jasa isi pulsa.
Evi pun bercerita awal warungnya menggunakan aplikasi BRImo. Ia menyebut menggunakan aplikasi ini kurang lebih sebulan lamanya.
“Awalnya saya ingin buka rekening bank karena ada yang mau transfer uang. Sebelumnya saya sering perhatikan keponakan saya kirim uang dan isi pulsa pakai aplikasi di hp (android). Jadi dari situlah awalnya,” ujar Evi, saat dijumpai di warungnya, Senin (29/5).
“Kalau jualan pulsa udah lama ya, yang dulu masih isi deposit pulsa. Tapi sekarang enggak lagi. Namun kalau saldo rekening saya sudah mau habis, masih minta tolong sama keponakan untuk transfer ke rekening saya,” sambungnya dengan senyum dan tawa ringan.
Bahkan, kata Evi, ia membuat rekening baru BRI juga dibantu sang keponakan dengan mendaftar melalui daring (online). Kini berkat aplikasi BRImo ia juga menyediakan jasa pembayaran BPJS, rekening dan isi token listrik, rekening air PAM dan lainnya.
“Awalnya pun juga karena pribadi saya bayar tagihan listrik, air, BPJS (kesehatan) sama internet di rumah minta tolong sama keponakan yang bayar atau suami pergi bayar ke BRILink gitu. Tapi sekarang sudah gak lagi,” bebernya.
“Semuanya itu keponakan saya yang ngajarin. Awalnya saya gak begitu paham soal beginian. Tapi setelah itu semuanya jadi simpel dan mudah,” sambungnya.
Karena lokasi warung di pinggir jalan raya dan dekat dengan loket dan pool bus-bus antar kota dan provinsi, lanjut Evi, penerapan aplikasi ini sangat bermanfaat untuk menambah penghasilan.
“Alhamdulillah. Kadang pun ada yang mau belanja tapi gak ada uang cash mereka transfer. Tapi macam barcode (QRIS) gitu belum ada, karena lumayan sering juga yang nanya itu. Nantilah coba minta tolong sama keponakan bantu buatkan,” ucap ibu berusia 49 tahun ini.
“Ya intinya kalau kita gak sadar akan kemajuan teknologi ini, mubazir rasanya. Percuma dong punya hp (android) bagus-bagus tapi gak dimanfaatkan,” pungkasnya.***
