Warga Tanjungbalai Keluhkan Harga Telur dan Ayam Potong Terus Melonjak
Komoditi pangan (Ayam Potong) yang melonjak harganya beberapa pekan terakhir.
T.BALAI: koranmedan.com
Usai Idul Fitri 1444 Hijriah sampai saat ini beberapa bahan komoditi pangan berupa ayam potong dan telur terus mengalami lonjakan harga yang signifikan di Kota Kerang.
Keluhan itu disampaikan warga yang berbelanja di beberapa Pasar seperti Pajak Bahagia, Suprapto dan Bengawan Kota Tanjungbalai, Senin (22/5/2023).
Santi (48) salah seorang warga yang berbelanja mengungkapkan sangat terkejut dengan lonjakan harga yang merangkak naik tersebut.
“Setelah hari raya kemaren harga terus naik bang, sampai tadi saja harga ayam potong sampai empat puluh lima ribu rupiah per kilonya,” keluh Santi.
Santi juga menambahkan selain harga ayam potong, harga telur juga terus melonjak bahkan mencapai tiga ribu rupiah per butir.
Sementara Saiful (56) salah seorang pedagang ayam potong mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan minimnya ketersediaan daging ayam potong sehingga harus memesan dari luar daerah.
“Untuk daging ayam potong memang akhir-akhir ini harganya naik dari dua puluh lima ribu hingga empat puluh lima ribuan perkilo, hampir mencapai tiga puluh sampai lima puluh persenlah dari harga biasanya. Penyebabnya ya mungkin salah satu faktor minimnya stok sampai kami harus memesan dari luar kota,” kata Saiful.
Senada Saiful, Andi (40) pedagang telur menambahkan naiknya harga telur ayam berdasarkan keterangan peternak dikarenakan faktor cuaca yang tidak menentu beberapa bulan terakhir sehingga menyebabkan banyak ayam yang tidak produktif seperti biasanya.
“Kalau kata para peternak bang, susah sekarang ayam bertelur, apakah karena cuaca panas kita kurang faham yang jelas para peternak tempat kita biasa mengambil telur juga mengeluh saat ini,” tambah Andi.*** (Nazmi Hidayat S)
