
Bantu Suami, Motivasi Sri Yuliani Merintis Usaha Keripik
Penulis: Aldi Aulia
BINJAI: koranmedan.com
Mulai dari membuat adonan, menggoreng sampai mengemasnya ke dalam plastik menjadi rutinitas sehari-hari Sri Yuliani dalam menjalankan usaha keripik yang sudah dirintisnya sejak hampir tiga tahun terakhir.
Bekerja sendiri di rumahnya di Jalan Gunung Bendahara, Kec. Binjai Selatan Kot Binjai, Sri menekuni usahanya tersebut tak lain termotivasi untuk membantu menambah penghasilan di keluarganya di mana suaminya berprofesi sebagai buruh bangunan.
“Sudah dua tahun lebih, ya jalan tiga tahun lah. Macam-macam, ada penyek, kripik pisang, kripik ubi, dan kripik (kue) bawang. Sendiri aja. Alhamdulillah bisa bantu-bantu suami juga,” ucap ibu rumah tangga berusia 47 tahun itu saat dijumpai di rumahnya, Rabu (21/6/2023).
Diakui Sri, usaha yang dirintisnya juga didirong saran sang anak. Sebab sebelum memulai usahanya tersebut dirinya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.
“Dulu kerja di Malaysia ikut majikan (kerja asisten rumah tangga). Lama juga sih, ada belasan tahun. Kemarin itu pulang karena mau urus anak yang paling kecil, karena mau masuk SD. Sekarang sudah kelas 3,” ungkapnya.
“Kenapa usaha keripik ini, karena saran anak saya yang paling besar. Karena dia dulu sempat ikut bantu usaha kayak gini juga. Jadi itulah saya tekuni sampai sekarang,” tambah Sri.
Lebih lanjut, Sri mengaku saat ini usaha yang dirintisnya ini lebih banyak fokus membuat keripik bawang. Dijual mulai dari kemasan kecil sampai ukuran besar.
“Lebih sering sih saya jual yang bungkus kecil kayak gini, harga seribu (Rupiah). Ini banyak saya taruh ke warung-warung. Alhamdulillah, keripik bawang ini banyak diminati,” sebutnya.
“Kalau ukuran besar biasanya saya jual berdasarkan pesanan. Harganya pun macam-macam tergantung mau yang berapa? Setengah kilo, sekilo atau lebih. Bahkan ada pembeli yang pesan jumlah banyak untuk dijual lagi sama dia. Hari raya (Idul Fitri) kemarin banyak yang pesan,” sambungnya.
Akan tetapi, Sri juga mengaku belum fokus mengembangkan usahanya tersebut ke dunia digital karena belum begitu faham serta kesibukannya sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.
“Bahkan saat bazar BRI yang kemarin, semuanya saya dibantu sama orang BRI-nya,” ungkapnya diiringi derai tawa.
Selain usaha keripik, Sri mengaku juga membuka usaha warung kecil-kecilan atau sering disebut kedai sampah di rumahnya. Di daerah Sumatera Utara ini penyebutan kedai sampah karena menjual semua kebutuhan memasak seperti menjual sayur, ikan, ayam potong dan sebagainya.
“Sepulang dari Malaysia juga (kedai) ini saya buka. Ya dari kedai ini saya bisa pakai KUR BRI untuk renovasi kedai sekaligus tambahan modal usaha keripik,” ungkapnya.
“Inisiatif sendiri. Terus saya datang langsung ke BRI terdekat dan ikuti prosesnya. Belum lama KUR ini, baru sembilan bulan,” pungkasnya.
Terpisah, Manager Bisnis Mikro Branch Office BRI Binjai, Roni Oktavianus Sembiring mengatakan, saat ini BRI cabang Binjai sudah membina sebanyak 72 UMKM.
Bahkan, lanjut Roni, BRI cabang Binjai sudah memiliki beberapa kluster usaha, seperti Kluster Usaha Bambu, Kluster Usaha UIS, Kluster Usaha Eko print (batik dengan pewarnaan alami), dan Kluster Usaha manisan.
“Kami terus mengupayakan supaya setiap BRI Unit memiliki satu Kluster Usaha di wilayah kerjanya. Total ada 14 BRI Unit di Binjai,” tutupnya.***
