Bupati Dairi Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah

SIDIKALANG: koranmedan.com
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian, Selasa (6/6/2023).
Rakor yang diikuti Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu beserta Sekda Budianta Pinem, Asisten Perekonomian JW Purba, Kepala Inspektorat Edy Banurea, Kepala BKAD Dekman Sitopu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi Charles Bancin, Kabag Perekonomian Lipinus Sembiring, serta perwakilan dari OPD terkait.
Usai Rakornas, Eddy Berutu menyebut cuaca dengan fenomena Elnino dapat mempengaruhi produktifitas hasil pertanian. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah konkrit dan cepat dalam mengevaluasi progres pengendalian inflasi secara nasional ke daerah.
“Untuk itu Pemerintah akan menyiapkan dana dekonsentrasi dengan harapan kita dana itu bisa tersalur melalui provinsi. Ini adalah salah satu langkah konkrit di samping kita akan melakukan mitigasi mempersiapkan program apabila itu terjadi,” ujarnya.
Dijelaskan, menjadi langkah konkrit yang sudah dilakukan Pemkab Dairi antara lain operasi pasar murah di kecamatan, gerakan tanam serentak tanaman hortikultura di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Parbuluan V, serta tanaman Sorgum di Kecamatan Tigalingga, Kerjasama Antar Daerah dengan Pemko Medan, dan yang tidak kalah penting adalah mengawasi harga pasar.
Demikian juga untuk persiapan menjelang hari besar Idul Adha, tentu permintaan untuk beberapa kebutuhan dan komoditi akan meningkat tajam. Untuk itu, Pemkab Dairi meminta Satuan Tugas (Satgas) pangan yang memang sudah jalan secara rutin untuk lebih aktif melakukan monitoring stok di pasar termasuk monitoring harga bahan pokok, jelas Bupati Dairi.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri menjelaskan, pengendalian inflasi menjadi isu penting pada acara Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda Tahun 2023.
Disebutkan, ada 46 kabupaten/kota yang mengalami inflasi di atas angka inflasi nasional, sehingga diperlukan kesiapsiagaan terutama dengan munculnya gejala alam Elnino.
“Mengantisipasi krisis pangan akibat dampak Elnino dengan peningkatan produksi bahan pangan, kesiapan off-taker menampung hasil produk pertanian, serta kematangan mengendalikan inflasi ini sangat diperlukan,” kata Menteri.*** (mata)
