Idul Adha Bermakna Agungkan Kekuasaan Allah

MEDAN: koranmedan.com
Idul Adha yang dirayakan setiap tahun oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia dengan mengumandangkan takbir dan tahmid (Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilhamd) merupakan pengakuan hamba akan kekuasaan, keagungan dan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).
Demikian disampaikan Khatib Al Ustadz Rinaldi Matondang MA di depan ratusan jamaah Sholat Idul Adha Masjid Ar-Ridho Ranting Muhammadiyah Jalan Bajak IV Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Rabu (28/6/2023).
Takbir dan tahmid tersebut, kata Rinaldi Matondang tidak hanya dikumandangkan jutaan jamaah haji yang sedang mengikuti prosesi ibadah haji di Makkah Almukarramah tapi juga dikumandangkan umat Islam di seluruh penjuru dunia sejak usai Sholat Subuh hingga usai Sholat Ashar di hari ketiga hari tasyrik termasuk saat melakukan penyembelihan hewan qurban selama tiga hari.
“Takbir dan tahmid untuk mengagungkan asma Allah tersebut sekaligus menjadi pengakuan hamba atas kekuasaan dan kebesaran Allah yang telah memberi nikmat yang banyak dan betapa ketidakberdayaan hamba tanpa pertolongan Allah. Segala puji bagi Allah,” sebut Khatib Rinaldi.
Ibadah Haji, Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban, lanjut Khatib, merupakan panggilan Allah sekaligus pembuktian keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah untuk selalu dekat dengan-Nya.
Mereka yang sudah berhaji, diingatkan Khatib, harus senantiasa bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. “Begitu juga yang Sholat Idul Adha dan sembelih hewan qurban menjadi pembuktian penyerahan diri kepada Allah dan kedepannya harus berlanjut pada pengorbanan harta di jalan Allah,” pesan Khatib.
Pemulung, pedagang kecil dan lainnya kenapa mereka bisa berhaji? Terkait itu, kata Khatib Rinaldi, “Mari kita menginstrospeksi diri. Mari kita sembelih kesombongan kita untuk mau mendekatkan diri kepada Allah dengan rajin bersedekah dan berbagi dengan mereka yang berkebutuhan. Betapa keras ancaman Allah terhadap mereka yang tidak mau berqurban,” tegas Ustadz Rinaldi Matondang MA seraya mengutip hadis nabi Muhammad SAW yang menyatakan, jika mereka yang mampu tidak mau berqurban, Allah mengancam jangan dekati sholat-Ku. “Hadis ini diharapkan menjadi peringatan keras agar kita mau berqurban,” pesan Ustadz Rinaldi Matondang MA.
Atas kesadaran masyarakat menunaikan ibadah qurban, Panitia Qurban Masjid Ar-Ridho Ranting Muhammadiyah Harjosari II Medan Amplas tahun ini menyembelih 10 ekor lembu dan 1 ekor kambing. Penyembelihan dilakukan Kamis (29/6/2023).*** (War)
