
KUR BRI Bantu Pengrajin Rotan Ini Lewati Pandemi Covid-19
Penulis: Aldi Aulia
MEDAN: koranmedan.com
Beralamat di Jalan Titi Papan, Gg. Pemuda No 5, Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, suara hentakan stapler menyambut para pengunjung Aat Rattan Handycraft.
Adalah Muhammad As’at yang telah menekuni profesinya menjadi pengrajin rotan selama puluhan tahun. Saat ini usahanya tersebut sudah dibantu 11 pengrajin lainnya.
Pria yang akrab disapa Aat ini mengaku semua jenis kerajinan bisa dibuat dari bengkelnya dengan menyulap teras rumahnya sebagai bengkel dengan sisi samping rumahnya sebagai gudang.
“Sebenarnya usaha rotan ini sudah ada dari orangtua sejak tahun 70-an. Tapi saya mulai mandiri di tahun 2000-an. Kalau sebagai pengrajin sudah lama sejak ikut sama orangtua,” ujar Aat, saat dijumpai di rumahnya, Jumat (9/6/2023).
“Semua kerajinan bisa dibuat seperti keranjang parsel, tongkat dan sebagainya. Tapi saat ini lebih banyak fokus membuat perabotan seperti kursi dan meja rotan,” sambungnya.
Lanjut Aat, harga kerajinannya mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung dari besar kecilnya serta tingkat kerumitan.
Selain itu, kerajinannya cukup banyak diminati dari berbagai daerah di Sumatera Utara bahkan sampai luar Sumut, seperti Aceh, Riau, Sumatera Barat hingga Lampung.
“Alhamdulillah banyak, apalagi ‘kan usaha saya ini sudah cukup dikenal orang-orang. Untuk konsumen ada dari berbagai daerah di Sumut dan juga sampai ke luar daerah. Aceh, Lampung juga ada. Ya bisa dibilang se-pulau Sumatera lah. Kalau Jawa gak,” bebernya.
Pengrajin berusia 46 tahun ini mengakui usahanya sempat mengalami pasang surut, terutama saat terjadi pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
“Enam bulan awal-awal lock down itu sangat terasa, sepi orderan mungkin karena minat pembeli yang kurang. Tapi setelah itu, perlahan-lahan mulai stabil lagi,” ungkap ayah tiga anak ini.
Akibat dampak tersebut, Aat mengaku sempat berniat mengurangi jumlah produksi terutama mengurangi jumlah pengrajin. Namun niat itu ia urungkan karena usahanya terbantu dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Aat mengaku telah menjadi nasabah BRI dan mengajukan KUR sudah lama, sekitar belasan tahun. Dengan adanya KUR tersebut menjadi penyelamat dari usahanya.
“Tak bisa dipungkiri, karena dampak tersebut saya sempat kepikiran untuk melakukan pengurangan (jasa pengrajin), tapi pas pula kita sudah persiapan modal dari KUR BRI sebelum masa-masa lock down itu. Jadi itu sangat terbantu sehingga kita bisa menambah stok dan seiring Covid menurun, Alhamdulillah penjualan mulai meningkat lagi,” ungkapnya.
“Ambil KUR ini sejak di atas 2010-an lah. Alasannya atas inisiatif sendiri dan proses gak lama, karena program KUR ini sangat membantu saya dengan bunga yang rendah,” sambung Aat.
Sementara, salah seorang calon pembeli, Joko mengatakan, dirinya berniat membeli kursi dan meja rotan untuk menambah perabotan di rumahnya.
“Sebelum ke sini, saya sudah singgah ke beberapa toko (rotan) di Jalan Gatot Subroto (banyak penjual rotan). Masih cari-cari model yang bagus dan ramah dikantong,” ucap Joko.
Lanjut Joko, alasan dirinya berniat membeli perabotan dari rotan karena menurutnya cukup estetik dan indah dipandang mata.
“Jadi rencana mau saya taruh di teras rumah dan saya ke Aat rotan ini karena rekom teman dan dia sudah langganan juga. Jadi saya singgah ke sini,” sebutnya.
“Ya gak jauh beda sih (harga di tempat lain). Mumpung saya langsung jumpa dengan Bang Aat, jadi saya bisa request langsung dengan dia minta dibuatkan sesuai keinginan saya,” pungkas warga Kecamatan Sunggal, Deli Serdang itu.***
