
KUR BRI Dorong Usaha Para Pelaku UMKM
Penulis: Aldi Aulia
MEDAN: koranmedan.com
Tambahan modal menjadi peran vital bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar usaha yang ditekuni terus berjalan.
Terkait itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu alternatif bagi para pelaku UMKM sebagai suntikan modal serta pendorong untuk pengembangan usaha termasuk KUR dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Regional CEO BRI Regional Office Medan, Aris Hartanto mengatakan, acuan BRI memberikan KUR kepada pelaku UMKM tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.
Adapun suku bunga KUR BRI 2023, menurut Aris, terdapat sedikit perbedaan dengan KUR tahun-tahun sebelumnya. Di mana peminjam KUR yang baru pertama kali (perdana) dikenakan bunga sebesar 6% efektif per tahun untuk pinjaman di atas Rp 10 juta (KUR Mikro dan KUR Kecil), sementara suku bunga bagi nasabah yang pernah meminjam lebih dari satu kali akan lebih tinggi.
“Bunga akan naik menjadi 7% saat mengambil pinjaman KUR yang kedua kalinya. Kemudian naik 8% untuk pinjaman yang ketiga dan seterusnya sampai ke 9%,” kata Aris dalam keterangan tertulis, Senin (26/6/2023).
Lebih lanjut, Aris menambahkan, total penyaluran KUR BRI kuartal I Tahun 2023 dari Regional Office Medan sudah mencapai lebih dari Rp 200 miliar dari lima Branch Office.
Rinciannya yakni KC Binjai Rp38,344 miliar, KC Medan Iskandar Muda Rp 57,786 miliar, KC Medan Gatot Subroto, Rp 31,779 miliar, KC Medan Thamrin Rp 36,274 miliar, dan KC Medan Sisingamangaraja Rp 42,805 miliar.
“Jadi jika semuanya ditotalkan mencapai Rp 206,988 miliar yang sudah disalurkan. Tentu angka ini bisa bertambah lagi dikemudian hari,” sebut Aris.
“Jika ada kredit macet, penanganannya melalui mekanisme restrukturisasi kredit dibatasi maksimal dua kali,” sambungnya.
Amatan penulis, manfaat KUR BRI benar-benar dirasakan sejumlah pelaku UMKM baik dari Kota Medan maupun dari Kota Binjai.
Mahzad, salah satu nasabah BRI Kota Medan yang sudah mengajukan KUR untuk mengembangkan usaha bengkel las yang sudah ia tekuni selama 20 tahun.
“Kalau pakai KUR BRI ini sejak 2017 lalu. Sudah sempat lunas tapi lanjut lagi. Kalau gak ada KUR ini, mungkin saya gak punya bengkel yang lebih layak (sewa Ruko). Sebab sebelumnya depan rumah saja saya jadikan bengkel,” ungkap pria 44 tahun itu.
Senada diungkapkan nasabah BRI Kota Binjai, Sri Yuliani. Pelaku usaha Keripik Bunda Maulana inj mengaku baru memakai KUR BRI sejak sembilan bulan lalu.
“Selain untuk tambahan modal usaha keripik, saya pakai juga untuk renovasi warung kecil saya. Karena sehari-hari saya juga jualan sayur, ikan, dan sebagainya,” kata ibu rumah tangga 47 tahun itu seraya mengungkapkan kegembiraannya atas dukungan KUR BRI tersebut untuk perkembangan usahanya.***
