Pemkab Dairi dan TNI Kolaborasi Wujudkan Keluarga Bebas Stunting

SIDIKALANG: koranmedan.com
Guna mewujudkan keluarga bebas stunting untuk Indonesia maju, Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Kodim 02/06 Dairi berkolaborasi melaksanakan pelayanan KB Metoda Operasi Wanita (MOW).
“Kita sedang melakukan pelayanan KB yaitu operasi tubektomi yang sering disebut metode operasi wanita. Data pendaftar hari ini sekitar 53 orang yang akan dilayani tim dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara,” Kata Kepala DP3AP2K Ruspal Simarmata, Senin (27/6/2023).
Lebih lanjut, Ruspal menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari peran Kodim 02/06 Dairi yang telah melakukan penjaringan akseptor (peserta KB baru) hingga ke desa-desa.
“Dengan kerja sama yang baik saat ini, pelayanan KB dapat dimaksimalkan hingga ke desa-desa sehingga apa yang telah diprogramkan Bupati Dairi Eddy Berutu yaitu Dairi sehat, dapat kita realisasikan dan kita nikmati bersama,” kata Ruspal Simarmata.
Pada kesempatan yang sama perwakilan Kodim 02/06 Dairi Marinsan Hutabalian juga menyampaikan pelaksanaan pelayanan KB dirangkai dengan kegiatan memperingati hari keluarga nasional ke-30. Kolaborasi TNI, DP3AP2KB dan BKKBN Provinsi Sumatera Utara terjalin guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mencegah potensi stunting di masing-masing keluarga.
Untuk menyukseskan program tersebut, TNI melalui bintara pembina desa (Babinsa) juga bekerjasama dengan bidan desa dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan untuk mencari akseptor atau peserta KB baru yang akan melakukan operasi tutup.
Selain itu Marinsan menyebut pihaknya juga telah memberikan pelayanan KB secara serentak di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Dairi untuk pemasangan implant, suntik KB, dan pemberian kondom secara gratis pada 14 Juni 2023 lalu.
“Hubungan kerjasama yang terjalin antara Pemkab Dairi dan TNI telah berlangsung bertahun-tahun, bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat khususnya dalam mencegah stunting,”kata Marinsan Hutabalian.*** (mata)
