Pemkab Dairi Serahkan Bantuan Mesin Pertanian

GUNUNG SITEMBER: koranmedan.com
Sejak kepemimpinan Dr Eddy Keleng Ate Berutu sebagai Bupati, Pemkab Dairi telah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani berupa, traktor roda empat sebanyak 4 unit, traktor roda dua sebanyak 81 unit, cultivator sebanyak 103 unit, corn sheller sebanyak 43 unit, power thresher sebanyak 33 unit, dan alsintan lainnya.
Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Dairi juga memberikan bantuan mesin panen ukuran besar yaitu Combine Harvester Besar Multiguna (CHB Multiguna) seharga Rp 427 juta kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rante Besi, yang terdiri dari 12 kelompok tani, Senin (12/6/2023).
Bantuan diserahkan langsung Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kadis Pertanian Robot simanullang SAB, MAB, Camat Gunung Sitember Jonatan Ginting SPd bersamaan acara Panen Perdana Jagung di desa Rante Besi Kecamatan Gunung Sitember.
Bupati menyebut, peningkatan produksi jagung merupakan hal yang menggembirakan sekaligus menjadi tantangan bagi petani. Hal ini disebabkan peningkatan luas tanaman tidak diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Kondisi ini berakibat pada peningkatan biaya produksi pertanian, sebagai akibat tingginya biaya tenaga kerja.
“Untuk menekan biaya produksi yang disebabkan oleh tingginya biaya tenaga kerja, maka pemerintah memberikan bantuan mesin panen kepada masyarakat,” kata Eddy.
Disampaikan, mesin panen ini sangat efektif digunakan untuk memanen jagung pada lahan yang luas. Mesin panen ini dapat langsung masuk ke area lahan untuk memanen tanaman yang masih berdiri, memotong, merontok, menghasilkan pipilan kering yang dapat langsung masuk ke dalam karung.
Kapasitas mesin dapat memanen jagung dengan kapasitas 0.33 hektar per jam atau memanen 1 hektar jagung hanya dalam waktu tiga jam saja dengan tenaga kerja hanya tiga orang. Selain itu, mesin ini juga dapat digunakan pada lahan dengan kemiringan hingga 30 derajat, ujar bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan tentang keterbatasan anggaran pemerintah sehingga penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di tingkat petani tidak dapat semuanya terpenuhi. Oleh karenanya sangat dibutuhkan peran dari semua stakeholder, salah satunya adalah dengan pemberian kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan.
“Demikian juga penerapan sistem Tax Alsintan yang dibiayai oleh investor atau perbankan, dapat membantu petani untuk menyewa alsintan yang mereka butuhkan secara tepat waktu,” ucap Bupati Dairi.*** (mata)
