Alih Teknologi Inovasi Produk Tata Kelola Limbah Pesisir Antarkan Warga Kecamatan Medang Deras Jadi Peneliti
Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si (berbaju kuning) sedang memperlihatkan hasil kerja penelitian warga Dusun Benteng Desa Pakam Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara.
MEDANG DERAS: koranmedan.com
Pengabdian masyarakat (Abdimas) yang dilakukan Dosen Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (IAP FISIP USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D bersama Dosen Fisika FMIPA USU Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si beberapa waktu lalu di Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara terkait inovasi produk tata kelola limbah pesisir ternyata mampu mengantarkan warga ikut menjadi peneliti layaknya ilmuan di sekolahan atau kampus.
Adalah dua warga Dusun Benteng Desa Pakam Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara yakni Dewi dan Nur Imamah yang mengolah cangkang tamin (kepah halus) menjadi tepung kalsium organik dan mencampurnya dengan minyak jelantah hitam lalu mengguncangnya setiap hari dan mengendapkannya selama 1 pekan sukses menghasilkan minyak goreng berkalsium dengan warna cerah kehijau-hijauan.
Kesuksesan warga melakukan kerja penelitian setelah mendapat transfer ilmu alih teknologi dari Dosen Abdimas USU itu mendapat kunjungan dan apresiasi langsung dari sang penemu kalsium dari limbah pesisir yang juga Kepala Laboratorium Fisika Inti Nuklir FMIPA USU Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S Si, M.Si, Senin malam (10/7/2023).
Menurut Dewi Putri dan Nur Imamah didampingi Kepala Dusun Benteng Nurman, setelah mengikuti petunjuk yang dijelaskan ibu Dara Aisyah dan Dr. Sontang ketika mengikuti pelatihan, kami langsung mempraktekkannya di rumah. “Alhamdulillah tidak begitu sulit, hanya butuh ketekunan. Sekarang kami sudah bisa menghasilkan minyak goreng berkalsium yang kata Pak Sontang dan ibu Dara Aisyah baik untuk kelezatan dan kesehatan makanan yang ditumis maupun digoreng,” ungkap Dewi.
Selain itu ditambahkan Dr. Sontang melengkapi penjelasan Dewi, tepung kalsium yang sudah berukuran nano size dan dipanaskan hingga ribuan derajat celsius tidak hanya dapat menambah kelezatan dan kesehatan makanan tapi juga menambah mutu ketahanan (penyimpanan) makanan.
Disarankan Dr. Sontang selaku peneliti kepada Dewi Putri dan Nur Imamah agar juga memanfaatkan tepung kalsium yang sudah halus dan dipanaskan untuk menghasilkan air kalsium yang dapat dipergunakan untuk keperluan memasak maupun untuk diminum serta digunakan untuk terapi spray pembersih mata, wajah dan kulit.
Caranya, kata Dr. Sontang, rebus 3-5 sendok makan tepung kalsium dengan 10 liter air. Untuk menambah aroma masukkan kulit kayu manis secukupnya. Setelah mendidih, dinginkan dan endapkan selama 1 malam. Tuangkan air bening bagian atas ke dalam wadah yang lain secara perlahan dan tidak terguncang. Selanjutnya bisa dipakai untuk berbagai keperluan.
“Dari air bening berkalsium tersebut selain bisa diminum langsung, juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah berbagai bahan pangan yang baik untuk kesehatan. Dari serangkaian kreasi yang dilakukan Tim inovasi produk tata kelola limbah sudah ada 30 jenis makanan dan minuman yang dikreasikan menjadi produk pangan yang lezat dan sehat, diantaranya rendang berkalsium, bakso berkalsium, kebab berkalsium, jus daun kelor berkalsium, es krim berkalsium, abon ikan berkalsium, dan lainnya,” papar Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.
Proses kerja peneliti ini juga dilakukan sejumlah warga Dusun Kuala Sipari dan Dusun Pematang Eru Desa Medang Kecamatan Medang Deras. Mereka diantaranya adalah Teti Handayani, Siti Aminah, Rokhiyah dan Khozinah, Jupri dan Eviana.*** (War)
