Maggot Sebagai Pakan Ternak Berprotein Tinggi

MEDAN: koranmedan.com
Maggot (ulat/larva) dari telur lalat hitam BSF ( Black Soldier Fly) merupakan salah satu serangga sebagai agen biokonversi dengan memanfaatkan pengolahan sampah organik dan mengubahnya menjadi biomasa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak/ikan.
“100 gram maggot mampu menghabiskan 250 gram sampah organik per 7 hari,” kata Dosen Biologi Fakultas Matemetika dan Ilmu Pengetahuan Alam Uiversitas Sumatera Utara (FMIPA USU) Drs. Muhammad Zaidun Sofyan, M.Si pada kegiatan Talkshow Focus Group Action Inovasi Produk Tata Kelola Limbah Cegah Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Aula Raja Inal Siregar lantai 2 Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro 30 Medan, Kamis (24/8/2023).
Dijelaskan Zaidun Sofyan, sampah organik berasal dari hewan dan tumbuhan, seperti sayur-sayuran, buah-buahan yang membusuk, sisa nasi, daun kering dan sejenisnya. Teknologi biokonversi bahan organik bisa menjadi salah satu solusi permasalahan sampah yang banyak terjadi dimana-mana sekaligus dapat memenuhi pakan ternak/ikan yang kaya akan protein.
Dipaparkan Zaidun, untuk memulai budi daya bisa dimulai dari telur maggot. Saat ini telur maggot marak dijual di marketplace dengan harga berkisar Rp2.500/gram atau Rp2,5 juta/kg.
“Tentu hal ini juga menjadi potensi ekonomi besar, karena pembudidaya maggot bisa fokus mengembangkan telur maggot ini lalu dijual,” terang Zaidun.
Biasanya, imbuh Zaidun, peternak ayam atau ikan kalau mengandalkan pelet enggak nutup harganya. Solusinya kemudian dicampur maggot fresh, atau bisa dikeringkan dulu,” papar Zaidun seraya menyebut beternak ayam di rumah bisa tidak bau karena maggot juga doyan memakan kotoran ayam.
Zaidun menguraikan budidaya maggot memang tidak biasa karena bergelut dengan sampah dan tidak banyak dilirik. “Tapi dengan budidaya maggot perputaran ekonomi dan dampak positif bagi lingkungan cukup besar,” jelasnya.*** (War)
