MUI Sumut Diharapkan Lebih Berkonsentrasi Mencegah Begal dan Narkoba Ketimbang Mengkaji Aliran Tarekat
Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si saat menghadiri FGD masalah aliran Tarekat yang digelar di aula MUI Sumut Jalan Sutomo Ujung Medan, Sabtu (19/8/2023).
MEDAN: koranmedan.com
Pengamal tarekat Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si dan Syarifah Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D menyarankan kepada Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) agar lebih berkonsentrasi memikirkan langkah mencegah perbuatan begal dan masalah peredaran gelap narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) ketimbang meneliti atau mengkaji aliran Tarekat.
Hal itu diutarakan keduanya usai menjadi penanggap pada Focus Group Discussion masalah aliran Tarekat yang digelar di aula MUI Sumut Jalan Sutomo Ujung Medan, Sabtu (19/8/2023). Saat itu tampil sebagai narasumber Ketua MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan MUI Sumut Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA serta Kepala Pusat Pengkajian Tasawuf yang juga Wakil Rektor UIN Sumut Prof. Dr. Muzakkir, MA.
Dijelaskan Syarifah Dara Aisyah, masalah pencegahan begal dan peredaran gelap Narkoba ini perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk MUI Sumut melalui pendekatan metode dakwah yang efektif sehingga masalah begal dan peredaran gelap Narkoba yang merusak generasi muda ini bisa ditekan dan diselesaikan bersama aparat keamanan.
Harapan senada juga disampaikan Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang mengharapkan MUI Sumut lebih fokus pada masalah akhlakul karimah ummat dalam menghadapi sekulerisme, hedonisme, komunisme, hubbud dunia (cinta dunia), dan lainnya.*** (War)
