Pengamat, Ada Upaya Asing Hancurkan Indonesia Lewat Narkotika
MEDAN: koranmedan.com
Maraknya pelaku begal akhir-akhir ini di Kota Medan tidak terlepas dari efek peredaran gelap Narkotika yang merajalela di Indonesia, bahkan hal itu ditelisik menjadi bagian dari grand disain pihak asing untuk menghancurkan bangsa Indonesia melalui peredaran gelap narkotika yang tak kunjung berhenti.
Hal itu dikemukakan pengamat yang juga praktisi hukum Efendi, SH menjawab Koranmedan.com di Medan, Ahad (12/8/2023).
Menurut Efendi, Indonesia ibarat gadis seksi yang banyak diperebutkan karena kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).
“Dahulu kala Belanda menjajah Indonesia dengan fisik, hari ini tanpa disadari kita telah dijajah oleh bangsa lain melalui peredaran gelap narkotika,” katanya.
Bila sudah ketergantungan (adiksi) terhadap narkotika, kata Efendi, maka tidak ada lagi artinya harta sebab itu semua akan habis. Bahkan merampok dan membunuh pun dilakukan agar dapat membeli narkotika seperti sabu dan lainnya.
“Akibat ketergantungan narkotika, generasi penerus bangsa akan punah dan itu merupakan siasat untuk menghancurkan negeri ini,” tegas Efendi.
Menurut Efendi, narkotika saat ini sudah menjadi masalah nasional. Bahkan negara menyatakan perang kepada narkotika. Namun masih ada saja oknum pejabat di negeri ini mengonsumsi narkotika. “Tapi saya harap para siswa sebagai generasi bangsa jangan sampai mengonsumsi narkotika,” harapnya.
Sinergi Semua Pihak Dibutuhkan
Dijelaskan praktisi hukum yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laskar Merah Putih Medan Kota itu, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan untuk menghentikan peredaran gelap narkotika di Indonesia.
“Negara melalui aparat keamanan harus bertindak tegas terhadap jaringan pengedar gelap narkotika. Di tengah proses itu berjalan, pendidikan agama terhadap generasi muda harus diperkuat, sehingga mereka tidak terkontaminasi dengan pergaulan bebas yang rentan dengan peredaran narkotika. Khusus kepada orangtua diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis di rumah tangga sehingga anak tidak mencari ketenangan di luar rumah,” pesan Efendi, SH.*** (War)
