Mantan Atlet Kritisi Wacana Perpanjangan Kepengurusan KONI Medan
MEDAN: koranmedan.com
Mantan atlet Taekwondo Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara, Dedi Harvisyahari mengkritisi adanya wacana untuk memperpanjang kepengurusan KONI Medan periode 2020-2024 yang saat ini dipimpin Eddy H Sibarani sebagai Ketua Umum (Ketum).
Diketahui, periode kedua kepemimpinan Eddy Sibarani akan berakhir antara bulan Februari atau Maret 2024, menilik hasil Musyawarah dan Pelantikan KONI Medan pada Februari dan Maret 2020 lalu. Artinya periode kedua pimpinan Eddy Sibarani akan segera berakhir.
Namun, muncul wacana perpanjangan masa jabatan tersebut karena bersamaan dengan Aceh-Sumut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang dijadwalkan pada September tahun depan.
Terkait itu, sebagai mantan atlet, Dedi sangat menyayangkan adanya wacana perpanjangan tersebut. Bahkan kata Dedi, pihak kepengurusan KONI Medan ada melakukan rapat baru-baru ini membahas hal itu.
“Saya mendengar ada rapat di kantor KONI Medan Selasa (31/10/2023) dimana dalam undangan tersebut membicarakan program KONI Kota Medan tahun 2023 untuk temanya kordinasi dan konsultasi. Namun kok ada permintaan yang aneh seperti minta restu perpanjangan jabatan?” kata Dedi kepada awak media, Rabu (1/11/2023).
“Ini’kan udah gak benar lagi kegiatan rapat dibuat acara konsolidasi dukungan untuk memperpanjang jabatan Ketua KONI Medan, kemana semangat untuk perubahan bagi atlet dan Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di kota Medan?,” tegas Dedi.
Lebih lanjut, Dedi meminta dan berharap agar para ketua-ketua Cabor yang tergabung di KONI Medan untuk menolak wacana perpanjangan tersebut.
“Selaku mantan atlet saya meminta kepada Ketua-Ketus Cabor yang tergabung dalam KONI Medan untuk tidak lagi mendukung wacana perpanjangan tersebut,” harapnya.
“Saya juga meminta kepada Wali Kota Medan untuk tidak memberikan restu untuk perpanjangan jabatan tersebut, karena ini menghilangkan semangat dalam membangun prestasi para atlet yang ada di Kota Medan,” pungkasnya.*** (War)
