Apt. Sri Wahyuni M.Farm: Tanaman Herbal Dapat Turunkan Tekanan Darah
Dosen Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah (UMN-AW) Apt. Sri Wahyuni M.Farm saat menyampaikan edukasi tanaman herbal untuk menurunkan tekanan darah pada kegiatan Pengabdian Masyarakat di apotek pendidikan UMN-AW, Sabtu 23 Desember 2023.
MEDAN: koranmedan.com
Saat ini, banyak sekali masyarakat yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menurut World Health Organization (WHO), 1 dari 3 masyarakat di dunia mengidap hipertensi. Hal ini sejalan dengan data dari Kemenkes bahwa prevalensi penyakit hipertensi Indonesia adalah 34,11% dari jumlah populasi. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Trianto menyatakan, pasien hipertensi adalah pasien dengan jumlah terbanyak kedua yang dirawat di rumah sakit.
Pengidap penyakit hipertensi tidak dialami oleh orangtua saja, tapi anak muda yang masih berumur 18 tahun pun bisa dihampiri hipertensi. Jadi tidak mengherankan, ketika muda mudi hidup dengan pola makan yang tidak terkontrol seperti banyak memakan makanan dengan tinggi garam karena suka cemilan, maka hal itu bisa menyebabkan ketika ia berumur dua puluhan ia mengalami gangguan jantung ataupun gangguan ginjal yang merupakan komplikasi atau akibat dari tingginya tekanan darah yang terjadi tanpa ada “aba-aba” sebelumnya.
“Memang hipertensi ini adalah penyakit silent killer, yang pasiennya merasa masih sehat, tidak ada gejala, lalu seperti bom waktu, seseorang tersebut mengalami strok, serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan hingga kematian. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui obat tradisional atau tanaman apa saja yang dapat menurunkan tekanan darah,” kata Dosen Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah (UMN-AW) Apt. Sri Wahyuni M.Farm pada kegiatan Pengabdian Masyarakat di apotek pendidikan UMN-AW, Sabtu 23 Desember 2023.
Dijelaskan Apt. Sri Wahyuni M.Farm,
Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman hayati. Penelitian menunjukkan banyak sekali tanaman di Indonesia yang dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini dikarenakan tanaman-tanaman tersebut mengandung zat seperti flavonoid, alkaloid, mineral, vitamin dan fitokimia lainnya.
“Beberapa tanaman disekitar kita yang mengandung bahan kimia herbal itu adalah Belimbing wuluh, Kelor dan Seledri.
Tanaman Belimbing wuluh memiliki buah yang kaya akan kandungan kalium, vitamin C, Fosfor dan serat. Kandungan kalium di dalam buah belimbing wuluh ini sangat berperan penting dalam menurunkan tekanan darah. Berdasarkan studi literatur yang disusun Ahmad Yani yang merangkum semua penelitian terkait belimbing wuluh menyatakan bahwa meminum jus belimbing wuluh rutin selama 14 hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 34 mmHg,” terang Sri Wahyuni.
Tanaman selanjutnya yang berperan dalam menurunkan tekanan darah, kata Sri Wahyuni, adalah daun kelor yang dikenal dengan nama latin Moringa oleifera. Salah satu penelitian yang dipublish di jurnal internasional bergengsi Elsivier disampaikan bahwa daun kelor yang kaya akan antioksidan dapat memperbaiki pembuluh darah yang sebelumnya rusak akibat stress oksidatif.
Di salah satu jurnal internasional lain, lanjut Sri Wahyuni, juga dibahas daun kelor yang kaya akan kandungan flavonoid, asam amino, vitamin multimineral, dan fitokimia esensial lainnya dan terbukti berperan sebagai antioksidan serta anti inflamasi untuk mengatasi hipertensi.
Penelitian lain yang dilakukan Etri Yanti, ungkap Sri Wahyuni mendapatkan hasil bahwa pemberian air rebusan daun kelor pada pasien hipertensi memberikan penurunan tekanan darah yang signifikan pada pasien tersebut.
Selain belimbing wuluh dan daun kelor, ternyata seledri juga dapat menurunkan tekanan darah.
Daun seledri, papar Sri Wahyuni mengandung senyawa Apiin dan substansi diuretik lain yang bekerja dengan meningkatkan pengeluaran urin yang berefek pada penurunan tekanan darah.
Penelitian yang dilakukan Febby Hardianti, sebut Sri Wahyuni menunjukkan terjadi penurunan tekanan darah pasien hipertensi yang siginifikan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian air rebusan seledri.
Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah dan Jantung
Jika seseorang belum divonis hipertensi, kata Sri Wahyuni, maka sebaiknya mulailah mengonsumsi tanaman herbal tersebut dengan menjadikannya sebagai makanan ataupun minuman yang sehat. Sehingga tanpa disadari dapat menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung yang pada akhirnya menjauhkan diri dari bahaya hipertensi dan komplikasinya.
“Namun jika Anda sudah diagnosis hipertensi dan sudah mendapatkan obat yang diresepkan, maka pastikan anda meminum obat tersebut dengan jarak waktu 2 jam dengan obat tradisional ini agar tidak terjadi interaksi obat,” terang Apt. Sri Wahyuni M. Farm seraya mengingatkan untuk mengetahui tekanan darah anda terkontrol atau tidak, maka cek lah tekanan darah anda secara rutin.*** (Zul Marbun)
