Ketua DPRD Sumut Minta Penanganan Banjir Bandang Humbahas Lintas Sektoral
MEDAN: koranmedan.com
Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Drs. Baskami Ginting mendorong upaya penanganan dampak banjir bandang serta longsor yang menimpa Desa Simangulampe Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Jumat (1/12/2023) lalu agar ditangani secara optimal.
Dilaporkan, hingga Senin (4/12/2023), baru ditemukan dua orang dari 12 korban yang dinyatakan hilang karena peristiwa tersebut.
Kepada wartawan, Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, pihaknya mendorong penanganan bencana tersebut dilakukan secara lintas sektoral.
“Kita prihatin dan berbelasungkawa. Saya mendorong agar upaya penanganannya dilakukan secara lintas sektor. Para korban harus segera ditemukan dan masyarakat yang terkena dampak banjir bandang itu harus ditangani sebaik mungkin,” harap Baskami, Senin (4/12/2023).
Baskami mengatakan, BPBD telah bekerja maksimal, sejak hari pertama terjadinya bencana alam tersebut. Kendati demikian, menurut Baskami, pemerintah harus terus berupaya agar dampak bencana tersebut ditangani secara optimal.
” Sebanyak 35 rumah rusak, 12 rumah di antaranya rusak berat karena tertimbun batu besar. Ada 200 orang mengungsi akibat banjir bandang itu,” imbuhnya.
Baskami juga meminta Dinas Sosial, Dinas Kesehatan maupun pihak terkait lainnya, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, pakaian dan obat-obatan yang dibutuhkan.
“Juga persoalan infrastruktur, drainase, air bersih yang harus ditangani. Maka upaya penanganan serta penanggulangan ini harus dilakukan secara lintas sektor,” imbuh Baskami.
Selain itu menurutnya, perlu dicari penyebab pasti terjadinya banjir bandang di Humbahas. Baskami mempersoalkan, kerusakan hutan dan hilangnya daerah tangkapan (penahan air) di areal sekitar DanauToba.
“Saya berkali-kali berdiskusi dengan pemerhati lingkungan, aktivis, warga masyarakat, mahasiswa tentang masalah ini. Harus ada upaya kongkrit dari kita menyelamatkan alam sekitar Danau Toba,” jelasnya.
Bagi Baskami, dalam beberapa waktu terakhir, banjir bandang Humbahas merupakan rentetan peristiwa banjir yang semakin sering terjadi di kawasan Danau Toba.
“Maka harus ada kepedulian dan aksi konkrit baik pemda, pemprov dan pemerintah pusat mengenai kerusakan-kerusahan hutan ini. Adakan upaya reboisasi, penghijauan agar tidak mudah terjadi longsor dan banjir,” pungkas Baskami.*** (Tati R)
