Pasca OTT KPK Bupati Labuhan Batu, Pj Gubsu Minta Pelayanan Publik Tetap Jalan

MEDAN: koranmedan.com
Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Hassanudin meminta pelayanan publik di jajaran pemerintahan kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu tetap berjalan sebagaimana mestinya, pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Erik Adtrada Ritonga.
“Pelayanan masyarakat tidak boleh terhenti, semua sistem sudah tersusun. Sistem organisasi ‘kan tetap bekerja, begitu ada (kasus hukum, Red) langsung otomatis tersistem,” katanya menjawab wartawan di Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro 30, Medan, Jumat (12/1/2024).
Pj Gubsu Hassanudin mengaku belum mengetahui secara persis duduk persoalan atas penangkapan Erik Ritonga oleh institusi anti rasuah tersebut.
Karenanya ia meminta publik untuk memberi kesempatan kepada penegak hukum untuk melakukan kewenangannya. Termasuk keterlibatan keluarga Erik Ritonga dalam dugaan kasus suap di Dinas Kesehatan Labuhan Batu.
“Mungkin seperti itu, kita dengarkan kita dalami nanti, maka itu adalah peringatan bagi kita (pejabat publik) semua,” ungkap Pj Gubsu.
Jalani Pemeriksaan di KPK
Terpisah dilaporkan, Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (12/1/2024). Pantauan wartawan, Erik dibawa ke KPK menggunakan mobil Innova Hitam.
Setibanya di depan Gedung KPK sekitar pukul 09.12 WIB, ia diturunkan petugas dan dikawal seorang polisi. Erik tampak mengenakan jaket kulit warna hitam, celana hitam, topi bermotif, dan masker yang menutupi wajah. Kedua tangannya tidak diborgol.
Erik enggan menanggapi wartawan. Ia hanya memandangi sejumlah awak media yang telah menunggunya di KPK. Setelah itu, Erik dibawa ke lantai dua Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai terperiksa. Tidak lama setelah Erik masuk, seorang pria juga digelandang petugas KPK. Ia mencoba menghindari sorotan awak media dengan menutupi wajahnya. Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengonfirmasi bahwa Erik sudah tiba di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.
“Sudah,” kata Ali kepada wartawan.
Diketahui dalam operasi senyap tersebut KPK menangkap lebih dari 10 orang, termasuk anggota DPRD setempat dan Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Adapun para pihak yang ditangkap diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi terkait suap.*** (Tim/War)
