Pemberdayaan Keluarga Nelayan Tradisional di Desa Pesisir Kabupaten Batubara Perlukan CSR PT INALUM
Tim Kluster Keilmuan Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk FISIP USU Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si (dua kiri) diabadikan di sela diskusi program pemberdayaan keluarga nelayan pesisir Kabupaten Batubara dengan Vice President CSR INALUM Ali Hasian Harahap (dua kanan) didampingi Staf, Mhd Alex Ridwan di Rumah Kalsium RM Babussalam Jl. Sm raja 70 Simpang Limun Medan, Selasa (23/1/2024).
MEDAN: koranmedan.com
Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) khususnya dari Kluster keilmuan Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk diketuai Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D yang juga Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU dengan Anggota Tim Dr.
Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti M.Si saat ini sedang memetakan potensi limbah pesisir dalam penyelenggaraan program pemberdayaan sosial ekonomi keluarga nelayan tradisional dalam bentuk pendidikan dan pelatihan tata kelola limbah pesisir dan inovasi produk berbasis
kalsium di kawasan Desa Pesisir Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara.
Terkait program itu Tim Kluster Keilmuan Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk FISIP USU sangat membutuhkan dukungan moril dan material untuk kesuksesan program di maksud serta berharap adanya dukungan penuh dari PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurut Ketua Tim Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D didampingi Anggota Tim Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Anggota Pusat Unggulan Inovasi (PUI) Karbon dan Citosan FMIPA USU, dukungan CSR PT INALUM sangat dibutuhkan.
“Tanpa dukungan PT INALUM, program pemberdayaan sosial ekonomi keluarga nelayan tradisional dalam bentuk pendidikan dan pelatihan tata kelola limbah pesisir dan inovasi produk berbasis kalsium di kawasan Desa Pesisir Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara tidak akan berjalan optimal. Kemampuan kami sebagai dosen dari sisi material sangat terbatas sehingga dukungan CSR PT INALUM sangat kami butuhkan,” ungkap Dara Aisyah.
Ditambahkan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, sesungguhnya PT INALUM sangat apresiatif dan mendukung program pemberdayaan sosial ekonomi keluarga nelayan tradisional dalam bentuk pendidikan dan pelatihan tata kelola limbah pesisir dan inovasi produk berbasis kalsium di kawasan Desa Pesisir Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara tersebut dan tinggal menunggu persetujuan dari Direktur Utama PT INALUM saja, ungkap Dr. Sontang yang baru-baru ini selama dua bulan mengikuti Program Dosen Berkegiatan Industri (DBI) Kemendikbudristekdikti di PT INALUM.
Sementara Vice President CSR INALUM Ali Hasian Harahap didampingi Staf Mhd Alex Ridwan di sela pertemuan khusus dengan Tim, Selasa (23/1/2024) di Rumah Kalsium RM Babussalam Jl. Sm raja 70 Simpang Limun Medan mengatakan, pihaknya menyambut positif gagasan program Tim Kluster Keilmuan Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk FISIP USU.
“Prinsipnya PT INALUM mendukung program yang digagas Tim Kluster Keilmuan Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk FISIP USU. Apalagi lokasinya cukup dekat dengan area pabrik peleburan aluminium PT Inalum di Kuala Tanjung,” ungkap Ali Hasian Harahap.*** (War)

Vice President CSR PT INALUM Ali Hasian Harahap saat mendapat penjelasan dari Tim Kluster Keilmuan Tata Kelola Limbah dan Inovasi Produk FISIP USU terkait prototipe limbah desa pesisir Kabupaten Batubara seperti kulit kerang, mentarang, tamin dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan menjadi aneka produk bermanfaat berbasis kalsium.
