Bayi Pasien JKN Wafat, Wali Kota
Tanjungbalai Diminta Copot TMM dari Dirut RSUDTM
Aktivis KB-PADS saat berunjukrasa di depan rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai meminta Wali Kota mencopot TMM sebagai Direktur RSUDTM.
T.BALAI: koranmedan.com
Sejumlah aktivis penggiat sosial tergabung dalam Keluarga Besar Pemuda Anti Diskriminasi Sosial (KB-PADS) melakukan aksi unjukrasa di depan rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai.
Kedatangan mereka terkait buruknya pelayanan dari Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Mansyur (RSUDTM) Kota Tanjungbalai sehingga menyebabkan meninggalnya AN bayi berusia 5 bulan pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami dari KB-PADS mendesak Direktur RSUDTM untuk bertanggung jawab atas tragedi meninggalnya AN, direktur harus mundur” teriak Rudi Bakhti saat berorasi, Senin (26/2/2024) di depan rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai.
Mahmudin salah satu orator juga meminta pertanggungjawaban dari Wali Kota Tanjungbalai dengan mencopot dr Tengku Mestika Mayang (TMM) sebagai direktur RSUDTM
“Kita tetap satu tujuan, direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungbalai harus angkat kaki dari Kota Tanjungbalai,” tegas Mahmudin yang akrab dipanggil Kacak Alonso tersebut.
Dketahui pada Sabtu (17/2/2024) seorang bayi berusia 5 bulan, pasien JKN atas nama Anisa Nadirah wafat diduga akibat menunggu terlalu lama dirujuk ke RSU di Kota Medan guna mendapat perawatan intensif.*** (Syafrizal)
