Kendalikan Harga Bahan Pokok,
Pemprov Sumut Gelar Pasar Murah di Sejumlah Kabupaten/Kota
Pj Gubernur Sumut Hassanudin menjawab wartawan usai panen padi sawah di Desa Wonosari Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Selasa (27/2/2024).
MEDAN: koranmedan.com
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggelar Pasar Murah di sejumlah kabupaten/kota, sejak Februari hingga Maret 2024. Tujuannya untuk mengendalikan harga bahan pangan pokok (Bapok) terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Idulfitri 1445 Hijriah.
“Yang pertama kita gencarkan itu operasi pasar atau pasar murah di beberapa kabupaten/kota se-Sumut,” kata Penjabat Gubernur Sumut (Pj Gubsu) Hassanudin di Medan, Rabu (28/2/2024).
Disebutkan, pasar murah sudah dilaksanakan sejak 1 Februari 2024 dan dilaksanakan hingga 7 Maret 2024 di 14 kabupaten/kota se-Sumut. Adapun daerah tempat dilaksanakan pasar murah yakni Karo 1 Februari, Padangsidimpuan 5 Februari, Mandailing Natal 6 Februari, Batubara 16 Februari, Sibolga 19 Februari, Tapanuli Tengah 20 Februari, Simalungun 23 Februari, Pematangsiantar 26 Februari, Kisaran 29 Februari, Tanjungbalai 1 Maret, Labuhanbatu Utara 5 Maret, Labuhanbatu 6 Maret, Medan 27-29 Maret, dan Deliserdang 5-7 Maret.
Setiap hari beras yang dijual di pasar murah tersebut mencapai 5 ton, minyak goreng 2 ton, telur ayam 200 papan, gula pasir 1 ton, dan lainnya. “Semoga dengan pasar murah ini, harga-harga cepat terkendali apalagi menjelang Ramadhan,” kata Hassanudin.
Selain pasar murah, Pemprov Sumut juga terus bersamSatgas Pangan dan pihak terkait melaksanakan Sidak ke pasar tradisional, modern, produsen dan distributior. Sidak dilakukan secara periodik.
“Kami juga kini terus meningkatkan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok, mulai dari produsen sampai pedagang pasar tradisional,” kata Hassanudin.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut Mulyadi Simatupang memaparkan, kondisi harga Bapok rata-rata mulai mengalami kenaikan pada Februari, seperti cabai merah naik 36%, bawang merah naik 8%, ayam boiler naik 7%, beras medium naik 1,7%, gula pasir naik 1,5%, minyak curah naik 4%, dan minyak kita naik 2%.
Mulyadi mengatakan, ada wilayah Sumut yang akan melakukan panen raya pada Maret 2024 ini. Ia mengharapkan harga akan segera terkendali. Mengingat langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemprov Sumut dalam mengatasi hal tersebut.
“Tapi, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, stok bahan pangan kita aman, dan ada beberapa wilayah yang akan melakukan panen raya di Maret 2024,” kata Mulyadi. **(Zulmar)
