Khairul Mahalli: CRIF Indonesia Jadi Pemacu Peningkatan Ekspor
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPP GPEI) Khairul Mahalli foto bersama narasumber dan peserta dialog peningkatan ekspor Indonesia di Gedung Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Jl. Agung Karya VII No.1 Sunter, Jakarta Utara., Rabu (27/3/2024).
JAKARTA: koranmedan.com
Pada Dialog Peningkatan Ekspor Indonesia yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPP GPEI) di Gedung Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Jl. Agung Karya VII No.1 Sunter, Jakarta Utara, Rabu (27/3/2024) salah satu narasumber penting yang hadir adalah perwakilan dari CRIF Indonesia.
Menurut Ketua Umum DPP GPEI Khairul Mahalli, CRIF Indonesia merupakan lembaga strategis sebagai Pemacu Peningkatan Ekspor Indonesia.
Berikut profil CRIF Indonesia yang dihimpun Khairul Mahalli.
Memperluas mitra bisnis, termasuk dalam hal pemasaran, menjadi kunci berkembangnya sebuah perusahaan. Namun kadang, menjalin kemitraan dengan pihak yang tepat tidaklah mudah, karena diperlukan kepercayaan/trust dari kedua belah pihak.
Kepercayaan itu bisa dibangun ketika semua pihak memiliki informasi yang cukup tentang calon partner bisnisnya. Misalnya tentang reputasi, track record, dan kondisi keuangannya. Tujuannya, tentu agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan, misalnya penipuan.
Penggalian informasi calon partner bisnis ini perlu dilakukan secara teliti. Hal itu tentunya bukan perkara mudah. Terlebih jika si calon partner bisnis merupakan pihak yang baru dikenal, atau lokasinya jauh di luar negeri.
Di satu sisi, kondisi tersebut menjadi tantangan. Namun di sisi lain, kebutuhan informasi itu menciptakan peluang usaha.
Peluang itulah yang dioptimalkan oleh Novi Rolastuti, Regional Sales Director, Business Information Services CRIF Asia sekaligus Country Head CRIF Indonesia.
CRIF merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang informasi kredit, informasi bisnis, dan solusi risiko kredit dengan layanan dan analisis berbasis data komprehensif.
Awalnya didirikan Novi Rolastuti dengan nama PT. VISI Globalindo Data Utama (VISI) lalu diakuisisi perusahaan global CRIF pada tahun 2017, sekaligus Novi Rolastuti memimpin transformasi perusahaan menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai CRIF Indonesia.
Proses akuisisi berjalan mulus, karena sejak awal PT VISI sudah punya mindset go global. Jadi, Novi Rolastuti banyak mengadopsi sistem dan standar di tempat kerja sebelumnya yang memang perusahaan multinasional.
Akuisisi itu membuat PT VISI, yang kemudian disebut sebagai CRIF Indonesia, semakin berkembang. Hal itu tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh CRIF global, antara lain di sisi permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta teknologi.
Dengan dukungan tersebut, CRIF Indonesia semakin andal dalam menyediakan informasi bisnis secara cepat dan akurat.
“Untuk business information report misalnya, bisa kami berikan CRIF Indonesia dalam 3-5 hari, tergantung dari tingkat kedalaman informasi yang dibutuhkan,” ungkap Khairul Mahalli.
Perusahaan Sebagai Rumah Bersama
Saat ini, CRIF Indonesia melayani lebih dari 300 klien yang berasal dari dalam dan luar negeri. CRIF Indonesia didukung oleh 60-70 tenaga SDM profesional yang kebanyakan generasi muda memiliki tingkat curiosity tinggi, kemampuan analytic thinking, serta keterampilan wawancara dan menulis laporan yang baik.
Kepada mereka, Novi Rolastuti sebagai pimpinan selalu menanamkan pemahaman bahwa perusahaan adalah rumah bersama. Bagus tidaknya rumah itu bergatung pada usaha seluruh penghuninya.
“Merekalah penentu masa depan CRIF Indonesia. Tugas Novi Rolastuti dan teman-teman di manajemen adalah memberikan support, arahan, mengoreksi jika diperlukan, dan memberikan apresiasi,” kata Mahalli.
Novi Rolastuti juga mengajak mereka untuk menempatkan diri sebagai klien saat memberikan layanan. Dengan demikian, mereka mau menyelami kebutuhan klien, serta memahami bahwa kecepatan dan keakuratan informasi bisnis merupakan kebutuhan mutlak klien.
Perlu Dukungan Pemerintah
Indonesia merupakan negara besar dengan potensi luar biasa. Hampir semua negara ingin bermitra dagang/bisnis dengan Indonesia.
Karena itulah, Novi Rolastuti yakin, ada peluang besar bagi CRIF Indonesia untuk terus berekspansi. Terlebih di era pasca pandemi Covid-19, kebutuhan mendesak bagi bisnis untuk menilai kelayakan kredit pemangku kepentingan utama mereka, dan Novi Rolastuti bertekad untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan tersebut.
Diakui Khairul Mahalli, tantangan masih dan akan terus ada, terutama di sisi keterbukaan informasi. Dulu, di awal pendirian PT VISI, kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi bisnis di perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi tantangan terbesar.
Kini, seiring dengan peningkatan keterbukaan dan aksesibilitas data, serta pengakuan pemerintah terhadap perlunya due diligence, informasi bisnis relatif lebih mudah diperoleh.
Namun, belum semua perusahaan mau terbuka. Karena itulah, Khairul Mahalli berharap, ke depan, pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk lebih terbuka dan menyediakan akses informasi yang mudah diakses.
“Dampak dari mengabaikan due diligence, seperti penipuan dan kegagalan pembayaran, dapat berdampak buruk pada ekonomi. Di sinilah pentingnya partisipasi pemerintah dalam mengungkapkan informasi dan meningkatkan kesadaran di kalangan pengusaha Indonesia untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang kooperatif, tangguh, dan menguntungkan,” terang Mahalli.
Di CRIF Indonesia, Novi Rolastuti dengan sepenuh hati mendedikasikan dirinya untuk memajukan layanan informasi bisnis guna memberdayakan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam membuat keputusan yang terinformasi.
“Mungkin banyak yang tak menyadari bahwa secara tidak langsung, Novi Rolastuti bersama Timnya di CRIF Indonesia turut serta membantu perekonomian bangsa, terutama dalam mengembangkan bisnis ekspor impor,” pungkas Khairul Mahalli.*** (War)
