Wali Kota Pematangsiantar Paparkan Capaian Kinerja, Program Ekonomi dan Indeks Toleransi
Wali Kota Pematangsiantar, dr. Susanti Dewayani, SpA memaparkan beberapa capaian kinerja.
P.SIANTAR: koranmedan.com
Wali Kota Pematangsiantar, dr. Susanti Dewayani, SpA memaparkan beberapa capaian kinerja pemerintahannya serta kontribusi masyarakat dalam pembangunan, ekonomi dan Indeks toleransi saat Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pematangsiantar Tahun 2025 di Ballroom Hotel Horison, Jalan Medan Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (27/02/2024).
Dalam pertemuan yang disaksikan Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan Abdul Haris Lubis itu, dr. Susanti Dewayani, SpA menyampaikan, Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Pematang Siantar Tahun 2025 merupakan agenda tahunan guna menyepakati prioritas pembangunan, program, dan kegiatan yang akan diselenggarakan tahun berikutnya.
“Kita berharap kegiatan ini akan menghasilkan kebijakan perencanaan pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Susanti.
Beberapa capaian indikator makro ekonomi dan sosial Kota Pematangsiantar tahun 2023, kata Susanti merupakan hasil komitmen dan kerja bersama di tahun 2023 dalam rangka bangkit dan maju guna mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas.
Disebutkan Susanti, Kota Pematangsiantar juga mendapat peringkat 11 sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.
“Di mana tahun sebelumnya Kota Pematangsiantar berada di urutan ke-31,” ungkap dr Susanti.
Susanti juga memberikan informasi bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar meraih juara pertama tingkat Provinsi Sumut untuk Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). PPD ini merupakan inovasi Kota Pematangsiantar melalui Dinas Koperasi tentang Dana Bergulir UMKM.
“Insha Allah akan mewakili Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional, dan semoga nantinya Kota Pematangsiantar akan meraih juara di tingkat nasional,” katanya.
Dalam RKPD Musrenbang Tahun 2025 tersebut, Tema pembangunan Kota Pematangsiantar Tahun 2025 yang diusung yakni peningkatan infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
Untuk mencapai tujuan itu Pemerintah Kota Pematangsiantar tahun 2025 ditetapkan empat prioritas pembangunan daerah. Pertama, peningkatan infrastruktur dan lingkungan dengan fokus meningkatkan konektivitas wilayah dan cakupan infrastruktur dasar dan meningkatkan mitigasi dan pengelolaan sampah.
Kedua, peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan fokus meningkatkan peran UMKM sebagai pilar utama peningkatan ekonomi daerah. Kemudian untuk yang ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan fokus menyelesaikan permasalahan stunting.
Dan yang terakhir, peningkatan tata kelola pemerintahan dengan fokus meningkatkan pelayanan publik melalui integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Wali Kota Susanti juga turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kota Pematangsiantar atas kesuksesan penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kota Pematang Siantar.
“Terutama buat Kapolres dan Kajari serta sejumlah unsur Forkopimda. Sehingga pesta demokrasi ini dapat berjalan aman dan lancar di kota yang kita cintai ini,” sebut dr Susanti.
Sementara Pj Gubernur Sumut diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan Abdul Haris Lubis menyampaikan Musrenbang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan azas perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada proses dengan pendekatan partisipatif top down dan bottom up.
Tujuannya, untuk penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi usulan masyarakat yang akan masuk ke dokumen perencanaan tahunan Kota Pematangsiantar. Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi penekanan dalam Musrenbang yaitu seluruh stakeholder harus memperhatikan target-target yang terdapat dalam dokumen perencanaan yang lebih tinggi tingkatannya.
Kemudian, pemerintah Kota harus memperhatikan hasil evaluasi RKPD Kota Pematangsiantar Tahun 2023, untuk melihat capaian pembangunan tahun 2023 yang telah tercapai dan yang belum tercapai. Kemudian mempertimbangkan program-program strategis baik di tingkat nasional, provinsi, maupun Kota Pematangsiantar.*** (Zulmar)
