Agar Sejahtera, Warga Nelayan Hasil Pendataan Tim USU Haus Pembinaan
Ketua Tim Cluster Tata Kelola Limbah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D sedang berdialog dengan para istri nelayan yang juga pencari dan pengutil kepah di Desa Kuala Indah.
BATUBARA: koranmedan.com
Selama 2 hari, Jumat dan Sabtu (24-25/5/2024) berlangsung survey dilakukan kerja sama Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dengan Tim Cluster Tata Kelola Limbah Pesisir Pusat Unggulan Inovasi Karbon dan Kemenyan Universitas Sumatera Utara.
Survey pendataan dipimpin Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dengan Anggota Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si,. Mereka melakukan dialog dan pendataan terhadap warga Dusun IV Desa Kuala Indah Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara yang dinilai potensial untuk diberdayakan dari sektor tata kelola limbah pesisir di sekitar desa wisata tersebut untuk dijadikan produk air kalsium guna meningkatkan keterampilan mereka agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan makanan dan minuman kesehatan berbasis kalsium untuk menyehatkan keluarga mereka.
Dalam dialog dan pendataan tersebut, Dara Aisyah menjelaskan komunitas pesisir yang bermukim di Desa Kuala Indah umumnya adalah para nelayan, para istri nelayan sebagai pencari dan pengupas kepah serta pengepul kepah.
Terkait potensi limbah kepah yang terdapat di Desa Kuala Indah, kata Dara Aisyah, perlu dikembangkan dan ditingkatkan nilai ekonominya menjadi air kalsium sebagai campuran aneka panganan berbasis kearifan lokal yaitu makanan dan minuman kesehatan seperti bandrek berkalsium, cendol berkalsium, minyak berkalsium, kolak dingin berkalsium, air serai berkalsium, bolu berkalsium, kakaras berkalsium, kue rasidah berkalsium dan sebagainya yang sangat baik untuk kuliner kesehatan dan khususnya baik untuk gigi dan tulang.
Adapun upaya program pemberdayaan warga pesisir ini, kata Dara Aisyah lebih lanjut, diperlukan perhatian dari jajaran pemerintah di semua tingkatan mulai dari pusat dan daerah sangat diharapkan ikut turun memperhatikan potensi setiap desa pesisir seperti Desa Wisata Kuala Indah Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara untuk diberdayakan segala potensi yang dimilikinya untuk kesejahteraan masyarakat termasuk sisi infrastruktur jalan dan perairan yang lebih baik.
Sisi peningkatan kesejahteraan yang juga dapat di capai, kata Dara Aisyah, sekaligus diharapkan mampu mengatasi masalah stunting dan mengatasi persoalan kemiskinan ekstrem.
Turut terlibat dalam kegiatan dialog dan pendataan warga potensial untuk pemberdayaan ekonomi warga itu sejumlah kader pemberdayaan tata kelola limbah pesisir dari Tim Penggerak Rumah Kalsium Desa Medang dan Pakam diantaranya Bu Tetty, Eviana, Linda, Friska, Ratna, Faridah Nurfadhilah dan Ramlah.
Turut hadir Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Desa Kuala Indah dan Kepala Dusun IV Desa Kuala Indah.*** (War)
