Ketua P3IH Embakasi Medan Lepas pemberangkatan Kloter 17 Binjai dan Medan, Dapat Bumbu Pecal dan Transport Ziarah
Jamaah kloter 17 antri untuk pemeriksaan di aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan (Ahmed).
MEDAN: koranmedan.com
Ketua Penyelenggara Pemberangkatan dan Pemulangann Ibadah Haji ( P3IH) Embarkasi Medan, H Ahmad Qosbi S.Ag MM, Jumat (31/5/2024) melepas pemberangkatan 360 calon jamaah haji yang tergabung pada Kloter 17 dari Asrama Haji Medan. Kloter 17 berasal dari Binjai sebanyak 305 orang dan 47 orang asal Medan dipimpin TPHI Sauman Jahadim Tumanggor, dan TPIHI Armaya Azmi beserta tim kesehatan, Chairul Anwar Kamidasa dan Suriana. Adapun Petugas daerah Muhammad Hanzalah, Suherman Haris serta M Siddik Abdullah.
Qosbi yang juga Kakanwil Kemenag Sumut dalam arahannya berharap agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusuk dan anggaplah pelaksanaan ibadah haji kali ini merupakan terakhir dalam hidup. Sebab katanya secara logika , untuk berhaji setelah kali ini sesuai dengan ketentuan berlaku, baru bisa mendaftar sepuluh tahun kemudian, Setelah itu akan menunggu sekitar 30 tahun ke depan. Sehingga jika usia jemaah saat ini 60 tahun , maka diusia 95 tahun baru bisa berangkat haji, ” Secara logika seusia itu tidak memungkinkan untuk berangkat haji karena memerlukan fisik yang prima,” jelasnya.
Untuk itu, lanjut Qosbi, jadikan keberangkatan berhaji ini dengan beribadah yang sesungguhnya dengan khusuk . Terutama saat melaksanakan wukuf di Arafah. “Minta ampun dan berdoa sebanyak-banyak dengan mengevaluasi diri,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Qosbi juga mengingatkan agar para jamaah tidak terkontaminasi dengan kemajuan digitalisasi, sehingga melakukan selfi yang dapat menggangu kekhusukan dalam melaksanakan ibadah. Gunakan HP untuk komunikasi, bukan untuk selfi yang mengurangi nilai ibadah haji,” imbaunya.
Pemberangkatanan jamaah haji kloter 17 asal kota rambutan itu juga disaksikan Walikota Binjai Drs H, Amir Hamzah sembari mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jamaah, sekembalinya ketanah air kiranya menjadi haji yang mabrur.
Diketahui 305 jamaah asal Binjai ini mendapat bantuan dari Pemkab Binjai berupa bumbu pecal serta dana sebesar Rp 90 juta bagi seluruh jamaah untuk transport berziarah ke tempat tertentu selama di tanah suci.
Dari kloter asal Binjai terdapat jamaah termuda Nahla Asla,19 tahun dan Ibrahim Zainuddin Abdullah sebagai jamaah tertua dengan usia 86 tahun.*** (Husni AS)
