Dekan FISIP USU Harapkan Implementasi dari Pelatihan Policy Brief
Dekan FISIP USU Dr. Hatta Ridho, S.Sos, MSP foto bersama di sela pembukaan Pelatihan Policy Brief di Aula Serbaguna FISIP USU, Kamis (6/6/2024).
MEDAN: koranmedan.com
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Dr. Hatta Ridho, S.Sos, MSP mengharapkan kepada seluruh pemangku Program Studi Ilmu Administrasi Publik (Prodi IAP) FISIP USU agar dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari Pelatihan Policy Brief dengan narasumber Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M,Si Pakar Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada (UGM).
Hal itu disampaikan Dr. Hatta Ridho, S.Sos, MSP pada pembukaan Pelatihan Policy Brief digelar Prodi IAP dengan narasumber Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si di Aula Serbaguna FISIP USU, Kamis (6/6/2024).
Disebutkan Hatta Ridho, implementasi Policy Brief sangat penting dan ikut menjadi penentu rangking Perguruan Tinggi. Dengan implementasi Policy Brief diharapkan ranking USU naik peringkat yang selama ini masih di posisi ranking 4 nasional.
Sebelumnya Ketua Prodi IAP FISIP USU Dra. Februati Trimurni, M.Si, Ph.D mengapresiasi kehadiran para praktisi dan dosen dari berbagai fakultas di USU yang turut serta dalam pelatihan Policy Brief. Khusus terhadap mahasiswa diharapkan mengikuti pelatihan dengan tekun untuk menambah pengetahuan.
Tampil sebagai moderator pada pelatihan dengan model dialog tersebut Sekretaris Prodi IAP FISIP USU Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D.
Jelaskan Policy Brief
Sementara Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si menjelaskan, Policy Brief adalah dokumen singkat yang memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan mengenai isu tertentu kepada pembuat kebijakan atau pemangku kepentingan seperti laporan riset akademik atau artikel ilmiah.
Adapun struktur dan komponen dalam penulisan Policy Brief, kata Ambar, harus terkait latar belakang masalah, analisis, bukti yang mendukung, dan rekomendasi kebijakan.
“Terapkan penulisan efektif melalui teknik penulisan yang jelas, ringkas, dan persuasif guna menyampaikan informasi secara efektif melalui penggunaan grafik, tabel, dan visual lainnya untuk memperjelas dan memperkuat pesan yang disampaikan,” sebut Ambar seraya menambahkan perlunya branding lembaga agar Policy Brief mendapat respon dari penyelenggara/pejabat publik.*** (War)
