Dua Remaja Annisyah dan Raudiyah,
Berhaji Gantikan Ibu dan Ayah yang Wafat
Mulia Banuarea bersama dua kemanakannya.
MEDAN: koranmedan.com
Begitu kaki mereka menginjakkan kaki di Asrama Haji Medan, Juma’t (31/5/2024) siang, air mata kedua gadis yakni Annisyah dan Raudiyah, tak terbendung saat turun dari bus membawa rombongan calon jemaah haji Kloter 18 dari Kabupaten Dairi. Air mata sedih, haru dan gembira mengisi benak keduanya. Betapa tidak, terbayang sang ayah dan ibu yang telah tiada membuat mereka sebagai pengganti porsi untuk berangkat menunaikan rukun Islam ke -lima haji ke Baitullah. ” Sedih, haru dan gembira menyelimuti pikiran kami setiba di Asrama haji ini,” ungkap Annisyah kepada wartawan didampingi pamannya Mulia Banuarea yang juga Humas Kemenagsu.
Menurut dia rasa haru muncul, masih terbayang setelah ayahnya Ramansyah Rambe ( 49 ) wafat tahun 2020, ia telah ditetapkan untuk pengganti porsi haji ayahnya untuk berangkat haji tahun 2024. Lalu rasa sedih juga saat manasyik haji untuk persiapan haji, ternyata ibunya Lasmaini Banuarea, wafat pula akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2022, sehingga kami yatim piatu. Namun rasa gembira pergi menunaikan ibadah haji merupakan dambaan seorang muslim, kisahnya semberi menjelaskan untuk pengganti porsi ibu ditetapkan adiknya Raudhiyah Hasanah yang kini duduk semester dua Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.
Annisyah menambahkan bahwa selain ia akan mendoakan almarhum ibu bapaknya, ia juga akan membadalkan haji ayahnya. “Sehingga niat berhaji ayah tercapai,” ungkapnya.
Ia mengaku tugas kehidupan sebagai kakak dalam membimbing keluarga cukup berat. Namun setelah berhaji akan memacu hidup dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, semoga kami meraih haji yang mambrur. “Mohon doakan kami menjadi haji yang mabrur,” ungkap Annisyah yang baru lulus dari Fakultas Kehutanan USU dengan penuh semangat.
Sementara Raudhiyah Hasanah ( 18 tahun) sebagai calon jamaah termuda asal Kabupaten Dairi ini mengaku akan berdoa di tempat yang makbul di tanah suci untuk kedua orang tuanya semoga segala amal ibadah mereka dilipat gandakan.”Ini yang bisa saya lakukan untuk membalas kasih sayang ayah yang telah mengantarkan saya menunju tanah suci,” ungkap Raudhiyah.
Sebelumnya Kahumas Depagsu Mulia Banuarea yang juga mantan Ketua KPU Sumatera Utara menceritakan bahwa kisah kemanakannya yang akan berangkat haji tahun ini pengganti porsi kedua orangtua mereka. Sebagai paman ia memberi motivasi kepada kedua kemanakannya untuk menunaikan ibadah haji dengan sungguh-sungguh. “Tugas saya sebagai paman terus memberikan motivasi agar mereka tabah dalam menghadapi kehidupan ini,” ungkap Mulia Banuarea yang merupakan adik kandung dari ibu kedua remaja tersebut.
Kloter 18 asal Kota Medan sebanyak 224 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 109 orang dan Kabupaten Dairi 18 orang serta 8 petugas haji dilepas Asisten I Pemprov Sumut Asrin Tanjung didamping Asisten Kesra Kabupaten Dairi dan Asisten Kesra Tapanuli Tengah serta Kakanwil Kemanagsu H Ahmad Qosbi dari Asrama Haji Medan Sabtu (1/6/2024) pukul 13.00 WIB dan lepas landas dari Bandara Kualanamu menuju Jeddah pukul 18.00 WIB.*** (H. Husni AS)
