Laporan Pelaksanaan Program Kartu Prakerja 2020-2023 dan Diskusi Publik Urgensi Prakerja 
Suasana kegiatan Pengumuman Laporan Pelaksanaan Program Kartu Prakerja (Prakerja) 2023 dan Diskusi Publik Urgensi Prakerja yang dihadiri Susiwijono Moegiarso, Sofyan Djalil, Bambang Brodjonegoro, Denni Puspa Purbasari, dan lainnya.
JAKARTA: koranmedan.com
Program Kartu Prakerja disingkat Prakerja di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan hasil kinerja selama periode 2020-2023 pada 15 Mei 2023 lalu di Jakarta.
Pengumuman laporan tersebut dihadiri berbagai pihak, termasuk Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tim Pelaksana, perwakilan kepala daerah, alumni, rektor, mitra pembangunan internasional, serta lembaga pelatihan.
Dalam pengumuman laporan tersebut, Susiwijono Moegiarso, Sofyan Djalil, Bambang Brodjonegoro, dan Denni Puspa Purbasari turut hadir.
Diketahui, Prakerja bertujuan untuk mendorong produktivitas angkatan kerja Indonesia selama 4 tahun ke depan. Program Kartu Prakerja telah berjalan sejak 2020 dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Ada lebih 500 undangan yang hadir dalam acara tersebut, termasuk perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat dan lembaga terkait.
Prakerja bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan dan mitra pembangunan internasional untuk mencapai tujuan produktivitas angkatan kerja yang diinginkan. Selain itu, program Prakerja juga melibatkan alumni dan pimpinan institusi pemantau dan asesor untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program.
Skema normal Prakerja dimulai pada tahun 2023 dan telah memberikan pelatihan keterampilan kepada 16,5 juta angkatan kerja di Indonesia sejak 11 April 2020 hingga 31 Desember 2023. Evaluasi menunjukkan skema berhasil dan 83% penerima merasa program meningkatkan keterampilan dan produktivitas mereka.
Studi juga menunjukkan Prakerja telah mencapai 8 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Jiro Tominaga dari ADB Indonesia menyebut Prakerja sebagai benchmark yang baik bagi negara lain dalam pengembangan program pelatihan berskala besar. Program dianggap strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah berencana terus mengembangkan Prakerja untuk menyesuaikan dengan perubahan pasar kerja.
Prakerja dipilih untuk dipresentasikan di Markas Besar PBB dalam SDGs Summit pada September 2023 dan menerima “Honourable Mention” Wenhui Award 2022-2023 dari UNESCO sebagai inovasi pendidikan yang terpuji.
Penghargaan tersebut merupakan prestasi pertama Indonesia dalam kompetisi yang digelar sejak 2010 itu.
Program Prakerja terbukti adaptif, inklusif, cost effective, dan akuntabel dalam skala besar dalam waktu pendek. Kunci keberhasilannya terletak pada keunggulan kebijakan, keunggulan operasional, dan kemitraan multi-stakeholder.
Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyebutkan, selain penyerahan Laporan Tahun 2023, dalam acara juga digelar Diskusi Publik dengan narasumber Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretaris Komite Cipta Kerja, dan menteri-menteri sebelumnya, yaitu Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menko Perekonomian, Menteri BUMN, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Bambang Brodjonegoro – Menteri Riset dan Teknologi, Menteri PPN/Kepala Bappenas serta Denni Puspa Purbasari sebagai Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja.
Diskusi publik membahas urgensi program Prakerja dalam mencapai
visi Indonesia Emas 2045, memanfaatkan bonus demografi, membangun
resiliensi kelas menengah, membangun kesadaran pentingnya belajar di
sepanjang usia, sekaligus menjadi contoh baik yang dapat ditiru bagi
program-program pemerintah lainnya.
Tentang Prakerja
Program Kartu Prakerja (“Prakerja”) adalah program pengembangan
kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa beasiswa pelatihan yang
ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan
hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Prakerja memberikan akses pelatihan untuk upskilling dan reskilling
kepada WNI usia 18-64 tahun agar bisa beradaptasi dengan perubahan
dunia kerja. Prakerja juga menjadi bagian dari upaya yang mendorong
pendidikan sepanjang hayat khususnya bagi orang dewasa.
Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga April 2024 Prakerja telah
memberikan akses skilling, reskilling dan upskiling kepada lebih dari 18,1
juta orang penerima. Selama 2020-2022, Prakerja menjadi bagian
Program Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi COVID-19. Seiring
berakhirnya pandemi, mulai tahun 2023 Prakerja
diimplementasikan dengan skema normal. Setiap peserta memperoleh
manfaat berupa beasiswa pelatihan sebesar Rp3,5 juta yang bisa
dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan baik moda webinar,
tatap muka, maupun pembelajaran mandiri, yang tersedia di ekosistem
Prakerja.*** (Ril/War)
