Pabrik Pasta Cabai Lubuk Cuik akan Stabilkan Naik-Turun Harga Cabai di Sumut
SVP CSR PT Inalum Ali Hasian Harahap (kanan) didampingi staf M. Hidayat saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Batubara Dr. Hakim Hasibuan (baju putih) beserta Ketua Tim Peneliti Cluster Tata Kelola Limbah Pusat Unggulan Inovasi Karbon dan Kemenyan Universitas Sumatera Utara (PUI USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dan Anggota Tim Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si di Gedung PT Inalum Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara, Rabu (26/6/2024).
BATUBARA: koranmedan.com
Kelak setelah beroperasi, pabrik pasta Cabai yang berada di Desa Lubuk Cuik Kecamatan Limapuluh Pesisir Kabupaten Batubara akan mampu menstabilkan naik turun harga cabai di Sumatera Utara (Sumut). Pabrik pasta cabai berbiaya miliaran rupiah sebagai pilot proyek Kementerian Koperasi UKM RI tersebut saat ini dalam tahap proses finishing dan dijaga sebagai proyek vital nasional dan akan diresmikan Presiden RI.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Batubara Dr. Hakim Hasibuan di tengah diskusi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terkait tata kelola Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Batubara di Kantor PT Inalum Kuala Tanjung, Rabu (26/6/2024).
Hadir saat itu Senior Vice President Corporat Social Responsibility (SVP CSR) PT Inalum Ali Hasian Harahap beserta Staf Muhammad Hidayat, Ketua Tim Peneliti Cluster Tata Kelola Limbah Pesisir Pusat Unggulan Inovasi Karbon dan Kemenyan Universitas Sumatera Utara (PUI USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dan Anggota Tim Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.
Lebih jauh dijelaskan Hakim Hasibuan, pabrik pasta cabai yang akan dioperasionalkan nanti berkapasitas produksi 2,4 ton per hari atau 300 Kg per jam dan untuk memastikan keberlanjutan produksi, Pemkab Batubara melalui Dinas Koperasi UKM Batubara sebagai leading sector sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Karo, Dairi dan Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura)
“Apabila pasokan bahan produksi cabai mentah masih kurang, kita akan meluncurkan skema tanam cabai massal di pekarangan rumah warga melalui sistem pembelian langsung,” ungkap Dr. Hakim Hasibuan.
Terkait penyimpanan cabai agar tidak cepat membusuk, pihak Pemkab Batubara, kata Hakim, sudah menerapkan sistem penyimpanan Cold storage, penyimpanan Tong, sistem Ozon dan terbuka untuk sistem inovasi penyimpanan lainnya.
Terkait sistem penyimpanan cabai tersebut, Ketua Tim Peneliti Cluster Tata Kelola Limbah Pesisir Pusat Unggulan Inovasi Karbon dan Kemenyan Universitas Sumatera Utara (PUI USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si mengusulkan sistem simpan tabur tepung kalsium karena dalam ujicoba penyimpanan ikan teri campur kalsium menunjukkan adanya peningkatan kualitas teri menjadi lebih cerah.
Sementara SVP CSR PT Inalum Ali Hasian Harahap menyambut positif akan hadirnya pabrik pasta cabai di Desa Lubuk Cuik dan akan mengupayakan dukungan melalui program Tanggungjawab Sosial Lingkungan (TJSL) bersama-sama dengan perusahaan lainnya di Kabupaten Batubara.*** (War)
