Kloter 14 Tiba di Tanah Air Bersama 16 Kursi Roda
Beberapa jamaah kloter 14 berada di atas kursi roda.
MEDAN: koranmedan.com
Suasana pemulangan jamaah haji Kloter 14 di Asrama Haji Medan, Selasa (9/7/2024) agak berbeda dari pemulangan jamaah haji sebelumnya. Keluarga yang menjemput jamaah haji cukup membludak. Padahal dari 352 orang jamaah yang kembali ke tanah air tak terdapat jamaah haji asal Kota Medan. Kloter 14 merupakan jamaah Kabupaten Deliserdang 319 orang, Tapanuli Utara 6 orang, Humbahas 1 orang, Asahan 18 orang dan 8 petugas. Dugaan ramai penjemput jamaah dikarenakan kedatangan jamaah haji di Asrama Haji setelah shalat zuhur.
Kemeriahan kedatangan jamaah itu juga dirasakan saat petugas pemulangan di Aula Madinatul Hujjaj mempersilakan seorang jamaah asal Humbahas yang pertama meninggalkan aula. Disusul jamaah asal Taput sebanyak 6 orang, Spontan undangan dan jamaah haji lainnya memberikan applus kepada jamaah dari daerah minoritas muslim itu . Kakanwil Kemenag Sumut dan pejabat yang hadir memberikan aplus kepada jemaah tersebut. Bahkan Torang Rambe langsung menyebutkan nama jamaah asal Humbahas itu, sembari terdengar “pak haji” semoga menjadi haji mabrur.
Ketua P3IH Embarkasi Medan yang juga Kakanwil Kemenag Sumut H.Ahmad Qosbi SAg.MM dalam arahanya kepada jamaah agar menjaga kemabruran haji yang diperjuangkan selama 40 hari di tanah suci dalam kehidupan sehari-hari, karena kalau ingin berhaji lagi harus menunggu untuk mendaftar tahun 2034 dengan masa tunggu 35 tahun.
“Predikat haji mabrur dan mabrurah harus dipertahankan karena bapak ibu seperti anak baru lahir tanpa dosa,” papar Qosbi.
16 Kursi Roda
Dari pemulangan Kloter 14, tidak terlihat pernak pernik yang dibawa jamaah haji. Dari tumpukan koper berwarna oranye di aula tempat koper jamaah, tidak ada barang tambahan jamaah di atas koper. Hanya terlihat ada tiga kursi roda yang bertulisan, Kloter 13 Embaksi Medan.
Dari pemantauan pada pemulangan kloter 14 ini ada sekitar 16 korsi roda pada kloter ini . Delapan buah diantaranya tanpa ada jamaah yang menaiki, sementara 8 kursi roda lainnya diisi jamaah . Saat ditanya kursi roda tersebut dibawa saat dari tanah air. Kursi roda sengaja dibeli untuk mempermudah perjalanan selama di tanah suci dalam melaksanakan ibadah mengingat kondisi kesehatan yang tidak terlalu kuat berjalan jauh. “Jadi dengan adanya kursi roda lebih mempermudah pendamping untuk memberikan pelayanan di tanah suci,” kata salah seoarang jamaah wanita asal Deliserdang. Sebagian besar yang mempergunakan kursi roda adalah jamaah tergolong lansia. Sementara salah seorang petugas Garuda Airways menyebutkan, ada jamaah haji yang membeli kursi roda di tanah suci, karena keadaan kesehatan yang memerlukan kursi roda.
Tercatat dari Kloter 14 ini, seorang jamaah wafat 27 Juni di RSAS atas nama Destrizza Indayu Amansyah, manifes 103 asal Deliserdang.
Tampak menyambut kedatangan Kloter 14 ini selain Kakanwil Kemenagsu, juga Kabag Tata Usaha Kemenagsu, Sekretaris P3IH Dr Zulfan Effendi, Kakan Kemenag Asahan, dan Kakan Kemenag Humbahas, H.Rasidin Barasa.*** (H Husni AS)
