Penanganan Stunting Serentak se-Sumatera Utara Dilaunching, Dihadiri Pj Bupati Dairi
MEDAN: koranmedan.com
Penjabat (Pj) Bupati Dairi Surung Charles Bantjin didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi Henry Manik dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Imelda Purba menghadiri Launching Gerakan Serentak Penanganan Stunting se-Sumatera Utara yang selenggarakan di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Senin (22/7/2024).
Pj Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni mengatakan, kehadiran para Kepala Daerah dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan untuk penanganan stunting di Sumatera Utara.
Ini adalah sebagai bentuk komitmen dan kebersamaan kita untuk percepatan penanganan stunting di Sumatera Utara secara efektif dan efisien.
“Penanganan stunting tanggungjawab bersama, stunting perlu ditangani untuk mendapatkan generasi emas bebas stunting,” ujar Pj Gubsu.
Dijelaskan, Angka stunting di Sumatera Utara cukup besar, untuk desa saja ada yang 2 bahkan 3 balita yang masuk kategori stunting. Dengan mengangkat balita tersebut sebagai anak asuh, maka stunting akan dapat diatasi.
Misalnya jika ada di satu desa ada anak stunting, maka anak dimaksud akan diangkat menjadi anak asuh dimana dananya dapat digunakan melalui dana desa.
“Penyuluhan kepada calon pengantin juga sangat perlu dilakukan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” pesan Agus Fatoni.
Sedangkan Pj Bupati Dairi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari intervensi serentak percepatan penurunan stunting pada tanggal 10 Juni 2024 lalu. Dimana seluruh langkah dan upaya terkait percepatan penurunan stunting perlu dilaksanakan.
Salah satunya program ini adalah memudahkan seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin (Catin) didata serta mendapatkan layanan di posyandu sebagai upaya preventif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Dairi maupun Pemerintah pusat untuk menjaga generasi baru tanpa stunting.
Saat ini Dairi secara data jumlah stunting melalui aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) sebesar 13,05% dan telah mengalami penurunan dari tahun 2023.
“Sasaran dari akumulasi data dari 13,05% tersebut terdapat sekitar 2.915 balita stunting. Kita harapkan angka ini akan semakin menurun, seperti target secara nasional sebesar 14%,” kata Charles Bantjin. (mata)
