
Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy ikuti Gerakan Penanganan Stunting Serentak se-Sumut, Senin (22/7/24) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut. (koranmedan.com)
LANGKAT – koranmedan.com
Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy ikuti Gerakan Penanganan Stunting Serentak se-Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (22/7/2024).
Giat ini langkah lanjutan pasca intervensi serentak penurunan stunting yang dilaksanakan Juni lalu.
Diikuti Bupati dan Walikota se-Sumut, baik secara daring maupun luring. Sebagai narasumber Direktur Gizi dan KIA Kemenkes, dr Lovely Daisy.
Tujuan utama giat ini menemukan solusi dari permasalahan stunting berdasarkan data intervensi yang telah dilakukan sebelumnya.
Pj Bupati Langkat menegaskan komitmennya mendukung program ini demi mewujudkan generasi emas di Langkat dan Sumatera Utara.
Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni menekankan pentingnya penanganan stunting sebagai bentuk komitmen bersama.
“Penanganan stunting perlu kita lakukan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama. Hal ini perlu diatasi agar generasi yang dihasilkan bisa menjadi generasi unggul dan generasi emas. Upaya ini harus dilakukan secara serentak agar hasilnya tepat sasaran,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Sumatera Utara berhasil turun menjadi 18,9%. Berhasil mengalami penurunan sekitar 2,2% dari tahun sebelumnya yang mencapai 21,1%.
Pj Gubernur Sumut berharap agar setiap desa dan kelurahan aktif dalam upaya penanganan stunting.
“Diharapkan semua desa dan kelurahan melakukan pengangkatan anak stunting menjadi anak asuh. Anak-anak tersebut harus diberikan makanan seimbang dan dibantu pengawasan oleh lurah, kepala desa, posyandu, dan kader,” pesannya.
“Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mengatasi kemiskinan,” harapnya.
Acara ini juga diisi pemberian makanan tambahan kepada delapan balita dengan masalah gizi, diserahkan langsung Pj Gubernur Sumut dan beberapa Pj Bupati se-Sumut kepada ibu hamil dan balita yang membutuhkan.
Gerakan penanganan stunting serentak se-Sumatera Utara ini merupakan upaya serius dan diskusi untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah ini.(*)
Editor: Zul Anwar
