Dari FGD Moderasi Beragama: Antara Salafi Wahabi dan Aswaja Sebaiknya Tidak Dipertentangkan

Kh. Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si saat menyampaikan paparan di FGD terkait moderasi beragama digelar LP2 UINSU bekerjasama dengan Jatman Sumut di RM Babussalam Jl. Sm raja 70 Simpanglimun Medan, Rabu (28/8/2024).
MEDAN: koranmedan.com
Perbedaan faham atau cara pandang antara Salafi Wahabi dan Aswaja dalam konteks moderasi beragama sebaiknya tidak dipertentangkan, tetapi lebih dimaknai sebagai keberagaman yang alamiah menuju harmonisasi kehidupan.
Hal itu dikemukakan Dosen Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) Dr. Husnel Anwar Matondang, M.Ag pada Focus Group Discussion (FGD) terkait moderasi beragama digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UINSU bekerjasama dengan Jama’iyyah Ahlith Thariqoh Almuktabarah An-Nahdliyyah Sumatera Utara (Jatman Sumut) di RM Babussalam Jl. Sm raja 70 Simpanglimun Medan, Rabu (28/8/2024).
Selain Husnel Anwar tampil sebagai narasumber Ketua Harian Jatman Sumut Kh. Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, dan Syeikh pengamal tarekat Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) Syeikh Misno Bin Nasum.
Hadir saat itu Brigjen TNI (Purn) Azhar Mulyadi, SE mantan Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya, para pengurus Jatman Sumut dan undangan lainnya.
Lebih lanjut dijelaskan Husnel Anwar, Wahabi tidak tepat dilekatkan dengan Salafi karena gerakan Wahabi pada awalnya hanyalah gerakan keagamaan biasa saja dengan Mazhab Hambali yang merupakan salah satu Mazhab dari 4 imam Mazhab. Perbedaan antara ajaran wahabi dengan ajaran Mazhab sunni yang lainnya menurut para ulama hanyalah masalah furu’ yang sebenarnya sudah selesai pembahasannya oleh 4 Imam Mazhab.
Pergesekan antara ajaran Wahabi dengan ajaran Sunni yang lainnya akhirnya terjadi karena ajaran wahabi dianut oleh Dinasti Saudi yang masuk perebutan kekuasaan di wilayah Hijaz dan Najd.
Atas pengaruh Inggris sebagai Kerajaan saingan Kekhalifahan Turki Utsmani di Jazirah Arab kemudian dimanfaatkan Dinasti Saudi untuk merebut kekuasaan di Hijaz dan Najd. Tindakan ini sebenarnya sangat disayangkan karena dengan adanya campur tangan Inggris ini akhirnya jazirah Arab terpecah menjadi banyak negara yang terus berkonflik sampai sekarang, terang Husnel Anwar.
“Kita harus bisa memisahkan antara ajaran Wahabi dengan kepentingan politik Dinasti Saudi. Kalau kedua hal tersebut bisa dipisahkan maka tidak ada alasan lagi antara kelompok Wahabi yang kadang disebut juga dengan Salafi dengan kelompok dari Mazhab Suni lainnya untuk saling bermusuhan. Karena perbedaan di antaranya hanyalah masalah furu’iyah saja yang sebenarnya bisa untuk saling bertoleransi seperti halnya yang telah dilakukan pada zaman imam Mazhab,” terang Husnel Anwar.
Senada Husnel Anwar, Ketua Harian Jatman Sumut Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si menjelaskan tentang pengenalan Alloooh melalui Zikir dengan zikir senantiasa (allways zikrulloooh) melalui kalimah Alloooh….Alloooh sembari menongkatkan ujung lidah ke langit-langit mulut.
“Kemudian kenalilah diri untuk mengenal Alloooh,” tegasnya seraya menyebutkan seluruh wujud makhluk merupakan God Partikel menuju adanya fenomena Zat Alloooh.
Sementara Syeikh Misno Bin Nasum di kesempatan itu lebih pada penjelasan perwujudan Alloooh dalam tinjauan sufisme atau tarekat.*** (War)

Suasana FGD terkait moderasi beragama digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UINSU bekerjasama dengan Jama’iyyah Ahlith Thariqoh Almuktabarah An-Nahdliyyah Sumatera Utara (Jatman Sumut) di RM Babussalam Jl. Sm raja 70 Simpanglimun Medan, Rabu (28/8/2024).
