Pelatihan Penganyaman Pandan Diharap Tingkatkan Keterampilan dan Perekonomian Perempuan Warga Kecupak II Pakpak Bharat
PAKPAK BHARAT: koranmedan.com
Dalam upaya pengembangan kearifan lokal (local wisdom) khususnya peningkatan keterampilan dan pengembangan ekonomi perempuan, tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) pada 10-13 Juni 2024 lalu melaksanakan pengabdian masyarakat (Abdimas) terkait pemberdayaan pengerajin pandan untuk peningkatan ekonomi perempuan di Desa Kecupak II Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut (PGGS) Kabupaten Pakpak Bharat.
Abdimas tersebut dinilai menarik karena beberapa alasan. Pertama jumlah perempuan yang berminat dalam hal kerajinan anyam menganyam sudah sangat langka, padahal dahulu merupakan kewajiban bagi setiap perempuan Pakpak untuk dianggap matang dan siap menikah. Kedua, hasil kerajinan dari bahan pandan hingga saat ini masih dibutuhkan masyarakat luas untuk kepentingan peralatan upacara adat. Untuk kebutuhan tersebut warga terpaksa membeli dari luar desa malah dari luar kabupaten terutama didatangkan dari Aceh Singkil. Ketiga, dari sisi ekonomi hasil dari produk kerajinan pandan cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga khususnya kaum perempuan. Ke empat, sumber daya alamnya juga sangat melimpah karena bahan dasarnya cukup banyak di hutan dan mudah dibudi dayakan karena mudah tumbuh dan tidak butuh perawatan intensif.
Dengan empat alasan tersebut Abdimas dianggap penting dan bermanfaat.
Kegiatan pengabdian dibiayai LPPM USU. Sesuai jumlah biaya yang diterima, tim hanya dapat memfasilitasi pelatihan selama 4 hari dengan rincian pelatih 1 (satu) orang, peserta pelatihan 6 (enam) orang dan 1 (satu) orang pengawas dari aparat desa. Keenam peserta ke depan diharapkan menjadi cikal bakal penumbuh-kembang minat perempuan muda untuk kembali giat mengembangkan kerajinan menganyam di desa khususnya dan di Kabupaten Pakpak Bharat secara umum.
Abdimas dilaksanakan LPPM USU bekerja sama dengan pemerintah Desa Kecupak II Kabupaten Pakpak Bharat. Untuk lebih mningkatkan gaung dari kegiatan pengabdian, tim dan pemerintah desa juga mengundang pihak- lain, diantaranya dari dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat, DPRD, tokoh masyarakat dan Ketua Sulang Silima Marga Manik.
Dari mereka diberi kesempatan memberikan pendapat serta saran dan masukan akan keberlangsungan kegiatan pengabdian ke depannya.
Kegiatan Abdimas diawali menyelenggarakan diskusi bersama (FGD) dan selesai diskusi bersama dilanjutkan dengan pelatihan yang dipandu oleh 1 (satu) orang pelatih selama 4 (empat) hari berturut turut.
Dalam kegiatan diskusi (FGD) diawali penyampaian dari Drs Lister Berutu MA selaku ketua tim pengabdian dilanjutkan Dra. Nita Savitri, M.Si sebagai perwakilan anggot tim. Selaku ketua tim Lister Berutu mengenalkan seluruh anggota tim termasuk mahasiswa yang terlibat. Dilanjutkan dengan paparan tentang tugas pokok seorang dosen Perguruan Tinggi tentang Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satu diantara tugasnya melakukan pengabdian masyarakat.
Kemudian dilanjutkan dengan alasan mengapa memilih pengembangan kerajinan menganyam pandan di desa Kecupak II. Alasannya karena kerajinan pandan sangat potensial untuk dikembangkan karena sumber daya manusia dan alamnya sangat mendukung sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Selesai ketua dilanjutkan paparan Nita Savitri. Disebutkan, kaum perempuan harus dapat mandiri, minimal untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti make-up, sabun, dan kebutuhan lainnya tanpa harus bergantung pada suami.
Tim pengabdian mengajak kaum perempuan dan ibu-ibu di desa Kecupak II untuk memulai aktif dan mengembangkan kerajinan pandan karena pontensi pengerajin pandan sangat lah tinggi. Pengerajin bisa mengkreasi anyaman pandan menjadi barang-barang yang laku di pasar umum, seperti tas tangan, tas laptop, juga topi.
Selain itu kebutuah untuk upacara adat di desa dan di kabupaten dapat terpenuhi serta tidak perlu lagi membeli dari luar.
Setelah pemaparan dari tim dilanjutkan diskusi dan saling memberi pendapat secara acak dan bebas untuk semua peserta. Pada hakekatnya semua peserta menanggapi secara positif, baik dari aparat desa, Camat, Dinas Pariwisata dan anggota DPRD yang hadir. Satu kesepakatan yang sangat penting adalah pembentukan kepengurusan yang baku dari tim pengerajin yang diberi nama : NGKASAH MEMBAYU artinya Rajin menganyam.
Kepengurusannya terdiri dari: Ketua : Sepakat br Padang, Sekretaris Kasidah br Berutu dan Bendahara Resti br Manik. Sekretaris desa selanjutnya membuat Surat Keputusan dan dalam SK tersebut dilengkapi dengan seksi-seksi.
Pembentukan sanggar Ngkasak Membayu tersebut mendapat dukungan dari perwakilan anggota DPRD Pakpak Bharat Sabar Manik. Beliau sangat tegugah hatinya karena Nita Savitri sebagai suku Minang cinta terhadap budaya Pakpak. Beliau mengimbau kepada pengurus untuk selalu aktif dan termotivasi dalam kegiatan. Sebagai anggota DPRD Sabar Manik berjanji memperjuangkan anggaran yang dapat dialokasikan ke sanggar Ngkasak Membayu.
Hal senada diungkapkan Ketua Sulang Silima Marga Manik Wilson Manik, beliau sangat mengapresiasi LPPM USU karena masih berupaya melestarikan budaya Pakpak khususnya dalam penganyaman pandan. Dalam adat Pakpak pandan sangat berperan penting. Beliau mengatakan sekali acara adat, orang Pakpak mengeluarkan uang hampir 2 juta rupiah untuk membeli kerajinan pandan seperti berbagai jenis tikar dan sumpit (haliu).
Camat PGGS dan pihak Dinas Pariwisata dan kebudayaan juga berjanji akan membantu pengembangan sanggar yang baru dibentuk tersebut, baik pendanaan maupun pemasarannya. Kegiatan FGD diakhiri dengan makan bersama semua peserta dan selesai makan siang dilanjutkan dengan pelatihan dipandu pelatih yang telah ditentukan.
Pelatihan secara terstruktur dilaksanakan selama empat hari dipandu pelatih yang mahir dan setelahnya semua peserta melanjutkan di rumah masing-masing.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan teknik dasar hingga lanjutan dalam menganyam pandan menjadi berbagai produk seperti tikar dan sumpit (haliu) yang dibutuhkan dalam upacara adat. Ke depan baru dilanjutkan dengan produk-produk lain yang lebih luas pasarnya. Selama pelatihan tim ikut serta memantau proses selamat 4 hari dan secara rutin diawasi oleh Sekretaris Desa.
Sekretaris Desa Kecupak II marga Manik menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan. “Pelatihan sangat bermanfaat karena selain menambah keterampilan, juga dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut,” harapnya.
Salah seorang peserta, Sepakat Padang sebagai Ketua terpilih menyatakan rasa senang mengikuti pelatihan. “Saya sangat senang bisa ikut pelatihan ini. Selain mendapatkan ilmu baru, saya juga bisa berkumpul dan bertukar pengalaman dengan pelatih yang di utus oleh Tim LPPM USU,” ujar Ibu Sepakat Padang.
Tim yang lain seperti Tri Panjaitan M.Si yang terlibat dalam pengabdian menjelaskan, kegiatan Abdimas bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif desa. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan bisa dimanfaatkan warga untuk membuat produk yang bisa dijual, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” jelas Tri Panjaitan M.Si.
Lebih jauh kegiatan pelatihan penganyaman pandan diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi warga Desa Kecupak II dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa sekaligus dapat mengembangkan tanaman Pandan di Kabupaten Pakpak Bharat.*** (Ril/War)

