Perkokoh Ghirah Pengawasan, Bawaslu Gandeng Alumni SKPP / P2P Tanjungbalai Gaet Pemilih Pemula
Foto bersama di sela Rapat Pengawasan Partisipatif bersama alumni SKPP dan P2P serta Pemilih Pemula, inzet kiri (Kordiv HPPH Nazmi Hidayat S saat memberi paparan).
T.BALAI: koranmedan.com
Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara dan Bawaslu Kota Tanjungbalai menggandeng seluruh alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) dan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) setempat untuk menggaet Pemilih Pemula.
Keseriusan tersebut terlihat dari pelaksanaan Rapat Pengawasan Partisipatif yang digelar di Aula Lantai II, Kantor Bawaslu Kota Tanjungbalai, Jln. Jend. Sudirman, Km 2,5, Kel. Pahang, Datuk Bandar, Jum’at (23/08/2024).
Dalam kesempatan itu, Pimpinan Bawaslu Sumatera Utara Kordiv Pencegahan dan Parmas, Suhadi Sukendar Situmorang menyampaikan rapat yang digelar merupakan konsolidasi seluruh alumni kader pengawasan untuk menumbuh kembangkan partisipatif masyarakat.
“Pengawasan partisipatif merupakan strategi untuk melibatkan masyarakat dalam melakukan pengawasan Pemilu secara aktif dengan tujuan menekan seluruh potensi pelanggaran, sebagai bentuk komitmen dalam upaya mewujudkan pelaksanaan pesta demokrasi secara jujur dan adil”, kata Suhadi.
Menopang peningkatan partisipatif tersebut, Suhadi menjelaskan pihaknya (Bawaslu Sumut) telah menyusun program strategis yang akan dilaksanakan secara menyeluruh di 33 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.
“Bawaslu Sumatera Utara telah menyusun beberapa program dalam upaya meningkatkan partisipatif diantaranya Bawaslu Goes To Campus dan Go To School, kampung pengawasan dengan menampilkan kreasi dan kreatifitas, serta kembali merangsang para alumni SKPP dan P2P untuk melaksanakan giat sosialisasi kepada masyarakat terkhusus pemilih pemula”, jelas Kordiv Pencegahan dan Parmas Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang.
Senada Suhadi, anggota Bawaslu Tanjungbalai Nazmi Hidayat S menambahkan, pengawasan partisipatif merupakan dasar dari kesukarelaan yang memerlukan kesadaran dan tanggung jawab sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan pesta demokrasi yang jujur dan adil.
“Pengawasan partisipatif merupakan wadah kolaborasi antara Bawaslu dengan masyarakat dalam meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga perilaku yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi”, tambah Nazmi.
Kendati demikian, Nazmi yang akrab disapa Bung Naz Sinaga itu menyadari bahwa pihaknya (Bawaslu Tanjungbalai) tidak mampu berjalan sendiri dalam mewujudkan hal tersebut sehingga butuh peran serta masyarakat khususnya para alumni SKPP dan P2P sebagai perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi.
“Kami (Bawaslu Tanjungbalai) tidak mampu berjalan sendiri dengan keterbatasan personil, tetapi kita mampu karena bergandengan tangan dengan sahabat – sahabat alumni kader pangawasan dalam menyentuh sendi – sendi demokrasi dan partisipatif masyarakat hingga ke akar rumput”, pungkas Bung Naz.
Sebagai Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawalu Kota Tanjungbalai, Nazmi Hidayat S berharap kepada seluruh peserta kegiatan untuk menjadi pemilih yang bijak, tidak terlibat praktik apapun yang bersifat merusak prinsip demokrasi, serta mampu berbagi ilmu dan perpanjangan tangan Bawaslu terkhusus di lingkungan masing-masing.
Selain alumni SKPP dan P2P, peserta rapat pengawasan partisipatif juga diikuti Pemilih Pemula perwakilan sekolah SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta setempat, serta turut hadir sebagai narasumber anggota Bawaslu Tanjungbalai periode 2018 – 2023, Musliasi Nasution.*** (Ril/War)
