Kakanwil Kemenagsu: Tak Sedikit Jebolan Madrasah Jadi Tokoh Masyarakat dan Pejabat
Para peserta Media Gathering foto bersama di sela kegiatan.
MEDAN: koranmedan.com
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kakanwil Kemenagsu) H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM menyebutkan, tak sedikit jebolan sekolah Madrasah menjadi Tokoh Masyarakat dan Pejabat. Hal itu disampaikan Kakanwil melalui Katim Humas Kanwil Depagsu H. Mulia Banuarea, S.Ag, M.Si pada acara Media Gethring bertema “Menggapai Prestasi Madrasah”, Kamis (26/9/2024) di Hotel Grand James Syariah Medan.
Untuk itu, lanjut Kakanwil, tepatlah sekolah madrasah sebagai tempat untuk menimba ilmu dalam mencetak genersi Madani. “Sudah sepantasnya sekolah]ah madrasah sebagai tempat menempa generasi madani. Peradaban Islam mengajarkan keseimbangan antar fikir dan zikir. Karena madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyatukan antara intelektual dan moral ” tegas Kakanwil Kemenagsu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Katim Humas Kanwil Depagsu H. Mulia Banuarea, S.Ag, M.Si.
Selain itu disebutkan Kakanwil, upaya pengembangan krekter dan prestasi serta pembelajaran madrasah terus dilakukan sebagai bagian integral dari pembelajaran bermakna. “Setiap pembelajara madrasah harus memiliki sikap jujur , disiplin tanggung jawab dan semangat belajar yang tinggi,” tegas Kakanwil Kemenagsu.
Dihadapan sekitar 40 peserta darI berbagai media, kata Kakanwil, agar keberadaan sekolah madrasah yang telah banyak melahirkan tokoh dan pejabat terus berlanjut, perlu dilakukan pembenahan dalam berbagai bidang sehingga anggapan sekolah madrasah dulunya hanya untuk kebutuh religi, ternyata itu sudah sirna dan menjadikan sekolah madrasah sebagai tempat menempa pendidikan yang rangkap yaitu pendidikan religi dan umum. “Madrasah sebagai lembaga pendidikan memiliki fokus pada pengembangan krakter siswa, selain diberikan pendidikan agama yang kuat , siswa juga mendapat pendidikan umum karena pembangunan krakter yang kuat merupakan hal penting dalam pendidikan. Untuk itu lewat pertemuan dengan kalangan media sangat penting dalam memberikan evaluasi agar keberadaan sekolah madrasah terus menjadi primadona sebagai tempat menimba ilmu. Mengingat keberadaan sekolah madrasah begitu penting perlu ditingkat prestasinya dalam berbagai kegiatan pendidikan di Sumut, sehingga dapat menjadi madrasah yang mandiri, berperestasi dan siap membangun karakter siswa.
Pada kegiatan Media Gathering itu Pihak Tim Humas Depagsu menghadirkan Katim Kurikulum Bidang Pendididkan Kesiswaan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut Dr Nursyamsiah MA sebagai permateri. Beliau menjelaskan tentang visi dan misi pendidikan madrasah di jajaran Kementerian Agama.
Selain itu diungkapkan tentang prestasi sekolah madrasah tingkat provinsi maupun tingkat nasional dalam berbagai kegiatan belajar baik bidang agama maupun umum. Ia mengaku keberadaan sekolah madrasah di Sumut, dibanding dengan sekolah umum baik negeri maupun swasta, dirasakan masih kurang. Dijelaskan sekolah madrasah Raudatul Athfal sepenuhnya masih dikelola oleh pihak swasta.
Sedangkan Madrasah Ibtidaiyah negeri tercatat sebanyak 121 unit, MTs 60 unit dan MA 42 sehingga seluruh sekolah madrasah dikelola Depagsu berjumlah 22 sekolah. Sementara sekolah swasta sebanyak 4.617, meliputi RA 968, MI 992, MTs 1.132 dan MA 575 unit. Dari data tersebut, keberadaan madrasah perlu penambahan sekolah baru.
Namun di sisi lain Dr Nursyamsiah MA optimis pembelajaran madrasah mulai terasa. Saat ini terlihat melalui prestasi yang ditorehkan siswa madrasah tidak hanya dibidang akedemik semata melainkan juga meliputi prestasi bidang non akademik seperti olahraga, kesenian, keagamaan teknologi dan bidang sosial.
Pada Media Gathering itu juga dilakukan diskusi yang melahirkan rekomondasi dalam upaya meningkatkan prestasi sekolah madrasah di Sumut.*** (Husni AS)
