Ketua Panwasrah PON XXI Pastikan Ada Sanksi di Kasus Pemukulan Wasit Sepakbola
MEDAN: koranmedan.com
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Mayjen TNI Purn Suwarno yang juga Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memastikan akan ada sanksi tegas terkait kasus pemukulan wasit sepakbola yang terjadi dalam pertandingan PON XXI.
“Dewan Hakim PON XXI bersama PSSI sedang melakukan serangkaian investigasi terkait kasus tersebut dan akan ada putusan tegas berupa sanksi bagi para pihak yang terlibat,” tegas Panwasrah PON XXI Aceh-Sumut Mayjen TNI Purn Suwarno didampingi Ketua Bidang Humas Panwasrah Raja Parlindungan Pane dalam keterangan di Media Center Utama PON XXI Hotel Santika Medan, Rabu (18/9/2024).
Sebagaimana diberitakan Peristiwa pemukulan bermula saat laga semifinal PON 2024, yang mempertemukan Aceh kontra Sulawesi Tengah. Wasit Eko Agus Sugih Harto dianggap mengambil sejumlah keputusan kontroversial.
Keputusan berujung pada pemukulan yang dilakukan salah satu pemain Sulawesi Tengah. Wasit Eko Agus Sugih Harto pun sempat terkapar dan mendapat perawatan dengan diangkut ambulans.
Sementara Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan akan mengusut kasus pemukulan yang dialami wasit dalam pertandingan sepak bola putra di PON 2024 di mana wasit Eko Agus Sugih Harto menjadi korban pemukulan.
Erick Thohir juga mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan salah satu pemain. Erick memastikan sanksi tegas menanti mereka yang terlibat dalam kasus tersebut.
”Memalukan, sangat memalukan. PSSI akan mengusut tuntas peristiwa ini dan akan menjatuhkan sanksi terberat,” kata Erick dalam keterangan tertulis diterima wartawan, Senin (15/9/2024).
Erick mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi mendalam dimulai dari kepemimpinan wasit yang dinilai penuh kejanggalan. Di samping itu reaksi yang sangat tidak sportif pemain juga dipastikan berbuah sanksi terberat.
”Pastinya akan dilakukan investigasi mendalam, indikasi pertandingan yang tidak fair menjadi materi serius yang ditelaah. Begitu pun halnya reaksi pemain yang dipastikan berbuah sanksi yang sangat berat,” ucap Menteri BUMN itu menegaskan.
Sanksi larangan bertugas seumur hidup pun mengancam wasit dan pihak-pihak lain jika terbukti mengatur hasil laga. Namun Erick menegaskan tak ada justifikasi bagi pemain untuk melakukan aksi pemukulan.
”Ini adalah tindakan kriminal yang punya konsekuensi hukum. Skandal soal keputusan wasit jadi hal lain yang juga punya konsekuensi hukum, jika memang ternyata terindikasi diatur oleh oknum tertentu,” ujar mantan bos Inter Milan itu.
PSSI menilai peristiwa ini mencoreng kehormatan sepak bola Indonesia yang mulai menunjukkan titik cerah. Erick menyatakan tidak ada toleransi bagi mereka yang melanggar komitmen fair play.
”Tidak ada toleransi bagi pihak yang dengan sengaja melanggar komitmen fair play. Sanksi bukan sekadar hukuman melainkan statement dari sepak bola Indonesia yang tidak mentolerir sedikitpun praktik di luar fair play,” kata Erick menegaskan.*** (Zulmar)
