MEDAN: (koranmedan.com) Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di kantor MABMI Jalan Brigjen Katamso Medan,Rabu malam (25/9/2024).
Dalam peringatan Maulid Nabi dirangkai dengan peringatan syukuran kelahiran almarhum Dato Seri H.Syamsul Arifin,SE mantam Ketua Umum PB MABMI tanggal 25 September 1952 -72 tahun lalu.
Syukuran kelahiran almarhum ditandai dengan pembacaan surat alfatihah dan doa kepada almarhum kiranya Allah SWT mengampuni dosanya dan ditempatkan di syurga firdaus-jannatun naim.
Ketum PB MABMI Prof.Dr.OK Saidin,SH,M.Hum dalam sambutannya diwakili Sekretaris Umum Dr. Milhan Yusuf,MA mengatakan, kegiatan peringatan Maulid Nabi dan peringatan hari keagamaan lainnya sebagai upaya membangun kebersamaan dan persaudaraan di kalangan MABMI.
Karena itu Milhan menekankan kepada seluruh jajaran MABMI hingga ke level paling bawah senantiasa menjaga kebersamaan dan persaudaraan mengingat MABMI merupakan organisasi yang bergerak di bidang adat dan budaya Melayu.
“Alangkah tidak elok bahwa dalam berorganisasi jangan sampai perbedaan pandangan menimbulkan perpecahan di MABMI dan sebaiknya ditempuh dengan cara musyawarah dan tidak bertindak diluar koridor organisasi”,kata Milhan pada acara dihadiri Ketua PB MABMI Asrin Naim dan jajaran PB MABMI,PW MABMI,PC MABMI.
Ustaz Dr.Nahar Gani dalam ceramah Maulid Nabi mengatakan pentingnya meneladani perilaku dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam memimpin keluarga dan umat.
Bagaimana kita bisa mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad SAW, tentu kita harus mengetahui dan memahami sejarah kehidupan Rasulullah dengan berbagai aspek kehidupan.
Dengan mengetahui dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW maka menimbulkan kecintaan kepadaNya dengan melaksanakan apa yang yang diperbuat dan diajarkanNya, ujar Nahar.
Menurut Nahar,ada empat bidang dapat kita jadikan sebagai contoh dari Muhammad SAW yakni ; akhlak Nabi Muhammad,aqidah dapat dilihat pada Rukun Iman ,Alquran dan Hadits. Selain itu bidang ibadah dan muamalah. (rel)
