ASDEKI, GPEI dan Kadin Sumut Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Presiden RI Prabowo dan Wakil Gibran
Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) yang juga Ketum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Ketum Kadin Sumatera Utara (Sumut) dan Dewan Pakar Arenas Prabowo 08 Khairul Mahalli foto bersama Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Hashim Djoyohadikusumo, adik Presiden Prabowo.
JAKARTA: Koranmedan.com
Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) yang juga Ketum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Ketum Kadin Sumatera Utara (Sumut) Khairul Mahalli secara khusus melalui Koranmedan.com, Ahad (20/10/2024) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Senayan Jakarta.
Pelantikan dihadiri langsung Presiden RI ke-7 Joko Widodo beserta Wapres K.H. Ma’ruf Amin, Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono beserta Wapres H.M. Yusuf Kalla, para petinggi negara, pemimpin partai politik, pemimpin negara sahabat, Anggota DPR RI, DPD RI, dan undangan lainnya.
Dalam pidato perdananya Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto menyampaikan berbagai hal, mulai dari potensi ancaman dan tantangan ke depan bagi Indonesia, upaya memerangi korupsi, mengajak konsolidasi seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sampai janji untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Berikut sejumlah point penting pidato kenegaraan Presiden Prabowo tersebut:
1. Korupsi membahayakan negara.
2. Korupsi melanda pejabat di segala tingkatan.
3. Banyak pengusaha yg tidak nasionalis karena turut korupsi.
4. Kita harus benar-benar berantas korupsi di segala bidang.
5. Semua pejabat mulai dari atas harus memberi contoh pejabat yg benar-benar bersih.
6. Jangan terburu-buru senang dengan angka statistik.
7. Karena masih banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak sarapan, tidak mampu beli pakaian seragam.
8. Kita harus berani mengakui kenyataan di negeri ini.
9. Paling lambat 4-5 tahun kita harus bisa swasembada pangan.
10. Kita harus siap swasembada energi.
11. Jadikan sumber nabati, air dan geothermal sebagai sumber energi.
12. Kami akan fokus kepada swasembada energi.
13. Subsidi harus sampai langsung ke kepala keluarga.
14. Kita harus lakukan hilirasi di semua lini produksi.
15. Kita harus menciptakan nilai tambah.
16. Kita perlu kerjasama. Kita perlu pemimpin suka bersatu yang tidak suka cekcok.
17. Demokrasi kita harus demokrasi yg santun yg cocok dengan adat budaya Indonesia.
18. Demokrasi yang kalau bertarung tanpa membenci, koreksi tanpa caci maki, yang tidak munafik.
19. Rakyat harus cukup sandang pangan dan papan.
20. Setiap pemimpin harus bekerja untuk rakyat bukan untuk keluarga, kerabat, kelompok atau orang lain.
21. Rakyat harus bebas takut kemiskinan, kebodohan dll.
22. Masih ada rakyat usia 70 tahun yang masih menarik becak. Ini bukan ciri-ciri bangsa yang merdeka.
23. Jaga kekayaan sumber alam kita. Jangan mau dihargai murah.
24. Kita harus bersatu.
25. Politik luar negeri kita tetap bebas aktif, “non align country, we want to be a good neighbour.” Seribu kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak.
Menanggapi isi pidato Presiden Prabowo tersebut, Khairul Mahali mengaku optimis dan meyakini dari sisi ekonomi terutama, Indonesia akan maju sesuai visi Indonesia Emas di 2045.
“Selamat bertugas kiranya Allah memberkahi dan secara khusus Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan jajaran Kadin Sumatera Utara siap berkolaborasi untuk memajukan ekonomi Indonesia Emas,” ungkap Khairul Mahalli.*** (War)

