Bawa Bendera Hitam, Ratusan Massa Alarm Demo Minta Ardan Noor dan Harjusli Dicopot

Ratusan massa Aliansi Rakyat Menuntut (Alarm) saat melakukan demo ke kantor SKPD Terpadu Sigalagala, Kamis (7/11/2024). Mereka menuding Pj Bupati Padanglawas Ardan Noor dan pejabat lainnya tidak netral dalam Pilkada Padanglawas.
PALAS: koranmedan.com
Ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Menuntut ( Alarm) melakukan aksi unjukrasa di kantor SKPD Terpadu Sigalagala Padanglawas (Palas), Kamis (7/11/2024).
Massa menyoal Pj Bupati Padanglawas Ardan Noor Hasibuan tidak netral dalam Pilkada Padanglawas 2024. Massa menilai demokrasi di Padanglawas buram dan kelam akibat banyaknya pejabat Padanglawas terindikasi tidak netral.
Dalam aksi yang sempat dorong dorongan dengan aparat kepolisian itu, massa menuding Ardan Noor sebagai Pj Bupati Padanglawas tidak mampu mengendalikan ASN untuk netral.
” Ardan Noor sebagai Pj Bupati Padanglawas gagal dalam membangun demokrasi di Padanglawas, kita minta Ardan Noor dicopot sebagai Pj Bupati,” sebut Sahwin pimpinan aksi.
Senada Freddi pimpinan aksi lainnya dalam orasinya menuding Ardan Noor tidak punya nyali dalam menindak ASN yang terindikasi memihak kepada salah satu pasangan calon Bupati Padanglawas.
“Sangat kita ragukan netralitas Ardan Noor Hasibuan sebagai Pj Bupati dalam pelaksanaan Pilkada Padanglawas,” sebut Freddi pimpinan aksi.
Selain itu massa juga menuding Ardan Noor gagal sebagai Pj Bupati Padanglawas dalam membangun kondusifitas dan netralitas ASN. Akibatnya banyak pejabat yang terindikasi memihak secara terbuka mendukung salah satu pasangan Calon Bupati Padanglawas.
Dalam aksi itu massa menyampaikan sejumlah nama pejabat Pemkab Padanglawas berikut membawa foto foto pejabat yang terindikasi tidak netral.
Seperti Inspektur atau Kepala Inspektorat Harjusli Fahri Siregar, Syahdin Daulay Plt Kadis Pendidikan, Kepala Dinas KB, Amir Soleh Nasution Plt Kaban Kepegawaian Daerah, Agustina Kepala Dinas Infokom, Amelia Roitona Plt Kadis Kesehatan, Camat Barumun Tengah, Camat Sosopan dan masih banyak lagi pejabat lainnya.
Dalam aksi Alarm itu terungkap masyarakat Padanglawas sangat kecewa kepada Ardan Noor dan Harjusli Fahri Siregar Kepala Inspektorat. Pejabat seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat jangan justru menjadi sumber persoalan.
“Masyarakat Padanglawas sangat kecewa terhadap Ardan Noor dan Harjusli yang tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat,” tegas Freddi.
Dalam demo itu massa juga melakukan aksi bakar baju ASN sebagai simbol kekecewaan dan protes masyarakat terhadap netralitas pejabat Padanglawas.
Hingga satu jam lebih melakukan demo, tidak ada satupun pejabat yang menerima mereka. Mulai dari Pj Bupati, Sekda beberapa Asisten sedang diluar Padanglawas. Hingga ahirnya masssa pun membubarkan diri usai menyerahkan sekuntum bunga kepada salah satu pejabat Polres Padanglawas.*** (AS)
