Aset Bekas Renovasi Gedung KPPN Tanjungbalai Ditemukan di Lokasi Penjualan Barang Bekas

Foto barang bekas dari renovasi gedung KPPN Kota Tanjungbalai yang ditemukan berada di lokasi penjualan barang bekas (Pasar Loak), Ahad (1/12/2024).
TANJUNGBALAI: koranmedan.com
Dugaan penggelapan sejumlah aset berupa barang bekas dari renovasi Gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Kota Tanjungbalai terungkap setelah sejumlah wartawan menemukan barang tersebut berada di lokasi penjualan barang bekas.
Temuan ini mengindikasikan adanya penyelewengan terhadap barang-barang berharga yang seharusnya tercatat dan diserahkan sebagai bagian dari proses renovasi gedung KPPN tersebut.
Informasi dihimpun menyebutkan, renovasi gedung yang masih dikerjakan oleh PT. Noval Ciptaflora menggunakan anggaran sebesar Rp. 2.652.799.616. Namun, pasca renovasi, sejumlah barang bekas, seperti rangka baja, tidak tercatat dengan jelas.
“Iya, beratnya 300 kg dengan harga Rp. 3.000 per kg,” kata sumber wartawan Erida Napitupulu, Ahad/Minggu (1/12/2024) yang membenarkan adanya penjualan barang bekas dari renovasi gedung KPPN A1 Kota Tanjungbalai.
Saat ditemui, Ilham mandor dari PT. Noval Ciptaflora menyebutkan bahwa yang menjual sejumlah aset bekas renovasi bukan pihak mereka, melainkan pegawai dari KPPN Tipe A1 Kota Tanjungbalai.
“Memang tadi ada truk yang mengangkut materialnya. Yang menjual bukan kami (PT. Noval Ciptaflora), tapi pegawai KPPN,” kata Ilham kepada wartawan.
Kepala KPPN A1 Kota Tanjungbalai, Jakson melalui pesan tertulis kepada wartawan membantah barang bekas renovasi dijual, dan menyebutkan bahwa mereka masih menunggu surat dari KPKNL.
“Tidak ada yang dijual, masih nunggu surat dari KPKNL, Ya pak,” tulis Jakson.
Jakson juga meminta wartawan untuk mengonfirmasi Benyamin, Kasubag Umum KPPN A1 Kota Tanjungbalai, karena dirinya sedang berada di luar kota.
Saat ditemui, Benyamin mengaku tidak mengetahui adanya penjualan barang bekas renovasi kantor mereka yang dilakukan oleh oknum pegawai.
“Saya tidak tahu, pak. Nanti saya cek dulu barangnya dan siapa yang menjual,” kata Benyamin.*** (Syafrizal)
