Laboratorium Antropologi FISIP USU Gelar Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Kepariwisataan di Desa Sitiris-tiris
Ketua Program Studi Antropologi FISIP USU Dr. Drs. Irfan Simatupang, M.Si (berdiri memakai peci) saat menyampaikan penekanan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam Pengembangan Kepariwisataan di Desa Sitiris-tiris Kecamatan Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah.
TAPANULI TENGAH: koranmedan.com
Bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU), Laboratorium Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP USU), Senin (28/1/2025) menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan di Desa Sitiris-tiris Kecamatan Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurut Ketua Program Studi (Prodi) Antropologi FISIP USU, Dr. Drs. Irfan Simatupang, M.Si, pengembangan sektor kepariwisataan dari aspek kebudayaan, baik dari sisi kesenian, kekhasan kuliner dan keindahan alam perlu disinergikan guna mengangkat kemajuan ekonomi masyarakat pesisir khususnya di Desa Sitiris-tiris Kecamatan Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kerjasama LPPM USU dengan Laboratorium Antropologi FISIP USU ini diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat,” kata Irfan Simatupang.
Diketahui, lanjut Irfan Simatupang, Laboratorium Antropologi FISIP USU adalah sebuah tempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang digunakan untuk melakukan penelitian dan studi tentang manusia dan budaya. Di laboratorium ini, para ahli antropologi akan melakukan observasi, wawancara, dan analisis mengenai berbagai aspek kehidupan manusia seperti tradisi, kepercayaan, dan interaksi sosial.
Contoh kegiatan yang dilakukan di Laboratorium Antropologi FISIP USU imbuh Irfan, adalah studi mengenai adat istiadat suku-suku di Sumatera Utara, analisis mengenai perubahan sosial di masyarakat perkotaan, atau penelitian tentang pola makanan tradisional masyarakat Batak serta etnis Pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga.
Dengan menggunakan metode penelitian antropologi, kata Irfan Simatupang, para peneliti dapat memahami lebih dalam tentang keberagaman budaya dan perilaku manusia di suatu komunitas.
“Jadi, Laboratorium Antropologi FISIP USU merupakan tempat penting di universitas tersebut guna membantu para peneliti/dosen dan mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang manusia dan budaya yang ada di sekitarnya,” jelas Irfan.
Terkait pemberdayaan warga dalam Pengembangan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat di Desa Sitiris-tiris Kecamatan Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan berperan penting bagi kemajuan perekonomian warga setempat.
“Dalam konteks pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat, kegiatan pemberdayaan tersebut memegang peranan penting. Melalui pendekatan ini, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton tetapi juga aktor utama dalam pengelolaan destinasi wisata. Langkah-langkah pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan, pengembangan produk wisata lokal, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal,” papar Irfan Simatupang.
Karena itu, kata Irfan, kolaborasi Lembaga Pendidikan dengan Komunitas Lokal menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Melalui sinergi ini, pengetahuan akademis dapat dipadukan dengan kearifan lokal untuk menciptakan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Terkhusus dukungan dari Laboratorium Antropologi FISIP USU atau bidang studi terkait dapat memberikan wawasan mendalam tentang nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang menjadi modal utama dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,” tutup Dr. Drs. Irfan Simatupang, M.Si.*** (War)
